Jabar Siapkan Rp 77 M Bangun 7.500 Rumah Layak Huni

  • Whatsapp
Gubernur Heryawan memberikan penghargaan kepada sejumlah pegawai di lingkungan perhubungan di halaman Gedung Sate, Selasa (2/10). (HUMAS PEMPROV JABAR)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

 

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengaku sudah menyiapkan Rp 77 miliar untuk membangun 7.500 rumah tidak layak huni. Jumlah tersebut sudah dialokasikan dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Jabar tahun anggaran 2013 mendatang.

 

Heryawan mengungkapkan hal itu usai memimpin Apel Peringatan Hari Perumahan Nasional dan Hari Perhubungan Nasional di Halaman Gedung Sate, Jalan Diponegoro 22 Kota Bandung, Selasa (2/10) pagi. “Membangun rumah tidal layak huni atau Rutilahu menjadi rumah layak huni dengan alokasi biaya mencapai sekitar Rp 77 miliar untuk 7.500 unit rumah di Jawa Barat,” tegas Heryawan

 

Dalam sambutan tertulisnya, Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz yang dibacakan Gubernur Jawa Barat menyampaikan arti penting pemenuhan perumahan bagi masyarakat. Menurutnya, perumahan yang layak huni merupakan hak dasar setiap orang untuk hidup dan menikmati kehidupan bermartabat, damai, aman dan nyaman. Apalagi komitmen tersebut merupakan bagian dari agenda dari Millenium Development Goals (MDGs). Untuk itu, perlu kerjasama yang sinergis antara pemerintah pusat dan daerah dalam upaya memenuhi kebutuhan perumahan layak huni.

 

Ke depan, lanjut Djan Faridz, pemerintah sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman dan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2011 tentang Rumah Susun akan terus berupaya membangun dan menyiapkan kawasan permukiman yang layak. Tentunya semua itu dapat diwujudkan dengan kerjasama dan koordinasi semua pihak terkait.

 

Sementara itu, dalam sambutan tertulisnya Menteri Perhubungan E. E. Mangindaan menyatakan pemenuhan pelayanan transportasi merupakan salah satu hak dasar setiap warga negara yang harus dipenuhi pemerintah. Sehingga perlu upaya terus menerus dalam rangka meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan transportasi. Menurutnya, dalam membangun sistem transportasi membutuhkan sinergitas dan kerjasama semua pihak, baik regulator, operator dan pemangku kepentingan. Sehingga melalui kebersamaan mampu menghadirkan sistem transportasi yang aman, nyaman dan keselamatan bagi seluruh pengguna jasa transportasi.

 

Lebih lanjut Menteri Perhubungan menegaskan, dalam momentum peringatan ini sangat baik untuk memberikan apresiasi dan penghargaan kepada semua pihak yang telah menunjukan kinerja terbaiknya dalam kerangka memajukan organisasi dan kemajuan pembangunan sektor perhubungan. Sekaligus acara ini menjadi titik tolak meningkatkan kinerja dan prestasi serta pengabdiannya kepada bangsa dan Negara. Sehingga ke depan melalui pembangunan sektor perhubungan akan menjadi awal kejayaan bangsa dan negara.(HUMAS JABAR/NJP)

Related posts