Jabar Butuh Riset Pangan dan Manufaktur

jabartoday/net
jabartoday/net

JABARTODAY.COM – BANDUNG
Untuk menopang keberhasilan pembangunan, tentunya, perlu adanya sebuah perencanaan. Namun, perencanaan saja tidak cukup. Perencanaan yang baik membutuhkan riset dan penelitian, yang memang dibutuhkan masyarakat.

“Jabar pun demikian. Keberhasilan pembangunan Jabar butuh perencanaan yang ditunjang oleh penelitian serta riset yang memang dibutuhkan masyarakat Jabar,” tandas Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Jabar, Denny Djuanda, di BAPPEDA Jabar, Jalan Ir H Djuanda Bandung, Kamis (27/11).

Menurutnya, kebutuhan riset dan penelitian untuk menunjang keberhasilan perencanaan pembangunan di Jabar tersebut melahirkan riset kreatif. Dikatakan, di Jabar, selama ini, lembaga-lembaga penelitian didominasi oleh perguruan-perguruan tinggi. Lain halnya dengan di Jakarta. Di ibu kota, banyak berdiri lembaga penelitian swasta. Karenanya, cetus Denny, pihaknya berharap di Jabar tumbuh lembaga-lembaga penelitian swasta.

Melihat kondisi itu, Denny menyatakan, Jabar memerlukan sebuah lembaga penelitian yang dapat menjadi fasilitator lembaga-lembaga riset sebelum mengaplikasikan hasil penelitiannya kepada masyarakat. Untuk itu, ungkap Denny, terbentuklah Badan Penelitian Pengembangan dan Penerapan Ilmu Pengetahuan-Teknologi (BPPP-Iptek).

Perlu ada lembaga supaya fokus yang fasilitasi lembaga-lembaga riset sebelum aplikasikan kepada masyarakat. Bentuk baru, Badan Penelitian pengembangan dan penerapan Iptek. Jadi, tidak hanya penerapan teknologi. bergulir Agustus 2014.

Lalu, berkaitan dengan ekonomi, riset pada sektor apa yang memang dibutuhkan Jabar untuk menunjang pembangunan? Denny menyebutkan, ada beberapa yang memang tergolong urgent. Yaitu, sebut dia, riset dan penelitian pangan serta turunannya.

“Sektor lain yang juga urgent, yaitu, riset mengenai dunai perindustrian, khususnya manufaktur. Selanjutnya, riset yang berhubungan dengan kebutuhan-kebutuhan peningkatan indeks prestasi manusia (IPM), yaitu pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Berkaitan dengan pengairan, lingkungan hidup, dan sebagainya, juga termasuk riset yang urgent,” tutup Denny.  (ADR)

Related posts