IPTV, Cara Baru Nonton TV

  • Whatsapp

Arief Abdillah
Mahasiswa MBTI Institut Manajemen Telkom, Bandung

IPTV atau Internet Protocol Television adalah sistem di mana layanan televisi disampaikan dengan menggunakan protocol internet melalui jaringan packet-switched seperti internet. IPTV secara umum adalah suatu pengembangan baru dalam software komunikasi client-server yang mem-broadcast video berkualitas tinggi (setara real time full motion video secara simultan) ke user window melalui jaringan data yang ada sekarang.

Kelebihan IPTV adalah penyatuan sistem transmisi televisi dan IP (Internet Protocol) sekaligus yang menggunakan infrastruktur IP tanpa harus investasi tambahan untuk area dan tower/hub transmisi, ijin frekuensi, engineer, perangkat transmisi dan lain sebagainya. Berikutnya jaringan IP memungkinkan untuk mem-broadcast lebih banyak fungsi
dan isi siaran.

Pada sistem transmisi televisi atau jaringan satelit biasa yang menggunakan tehnologi video broadcast (dvb), semua isi siaran secara terus menerus dipancarkan kepada pemirsa, namun hanya satu content (siaran/channel) yang pada umumnya dilihat satu pemirsa dan mengganti channel bila menginginkan content yang lain.

Berbeda dengan jaringan satelit biasa, dalam IP tidak semua content ditransmisikan. Hanya content yang dipilih untuk dilihat oleh pengguna saja karena sistem proxy tidak memungkinkan untuk real time). Hal ini tentu akan membuat penggunaan bandwidth infrastruktur jaringan lebih efisien. Di samping juga, content yang dipilih pengguna dibatasi oleh lebarnya pipa bandwidth sampai ke perangkat user (set-top-box). Secara tidak langsung juga meningkatkan privasi pengguna dibanding tehnologi televisi biasa atau via satelit.

Tehnologi IP memungkinkan pemirsa televisi lewat jaringan internet mendapatkan pengalaman menonton yang lebih interaktif dan personal. Operator misalnya, dapat mengintegrasikan dalam proses transmisi semacam program guide yang memungkinkan pemirsa untuk mencari content berdasarkan nama actor atau judul siaran menggunakan sistem “picture-in-picture” atau layar di dalam layar tanpa harus menutup contentapa yang sedang disaksikan pada saat itu.

Bagi permirsa olah raga dapat melakukan pencarian informasi penting lain (pemain, status game dll.) yang berhubungan dengan pertandingan yang sedang berlangsung lewat sistem di atas.

”]IPTV juga dapat mengakses file-file di komputer pengguna, menggunakan telfon IP wireless atau sampai kelebihan pada pengawasan orang tua terhadap dokumentasi laporan dari sekolah anak-anak mereka, saat mereka tidak berada di rumah.
Kelebihan lainnya yaitu Video on Demand (VoD), sesuai dengan namanya VoD memungkinkan pengguna untuk mencari dan memilih katalog film secara online serta melihat secara langsung trailers-nya sesaat setelahnya. Tehnologi siaran seperti ini menggunakan protocol unicast antara streaming server operator dan decoder pengguna STB/PC) dan RTSP (Real Time Streaming Protocol) untuk fungsi pause, slow motion, wind/rewind dan seterusnya.

Layanan tambahan dari perpaduan tehnologi antara IP dan TV (convergence) ini merupakan kelebihan berikutnya. Contohnya adalah: On-Screen Caller ID di layar lalu menindaklanjutinya dengan mengirim ke voice mail dan sebagainya. Dengan layanan IP-based ini dapat juga menyatukan berbagai layanan dan content baik melewati televisi, PC dan telfon genggam yang disediakan bagi pengguna dimana saja dan kapan saja.

Dikarenakan transmisi melewati jaringan IP, maka IPTV sangat sensitif terhadap delay dan packet loss pada jaringan infrastruktur yang menjadi kekurangan dari sistem ini. Di Indonesia, IPTV pertama kali diperkenalkan oleh Groovia TV milik PT Telekomunikasi Indonesia pada tanggal 28 February 2011. (*

Berita Terkait