
Ernawan menuturkan, air merupakan kebutuhan utama dalam hidup manusia baik untuk minum, keperluan rumah tangga maupun pertanian. Dampak kekurangan air bisa menimbulkan terjadi pertengkaran antar warga, dan ini kerap terjadi terutama pada musim kemarau.
“Pada musim kemarau panjang memang ketersediaan air sangat terbatas, hal ini bisa terjadi karena unsur manusia, sehingga sumber mata air menjadi punah. Karena manusia kurang memahami akan arti keberadaan pohon yang bisa menyimpan kandungan air dalam tanah,” ujarnya.
Banyak pepohonan yang ditebangi tanpa memikirkan dampaknya. Dia berharap, agar masyarakat baik dari Desa Telagasari dan Cintamekar bisa ikut mensosialisasikan fungsi pohon untuk menyimpan cadangan air.
“Demikian juga untuk Pak Kades agar membuat perdes (peraturan desa) bagi masyarakat yang hendak menebang pohon, agar menanam pohon penggantinya,” tegasnya. (*)