Friday , 22 November 2019
Home » Headline » Idrus: Kami Memajukan Bangsa, Bukan Dituduh Yang Bukan-Bukan

Idrus: Kami Memajukan Bangsa, Bukan Dituduh Yang Bukan-Bukan

Pembantu Rektor UPI Bidang Keuangan, Sumber Daya dan Usaha, Prof. Dr. Idrus Affandi dinilai banyak menghamburkan-hamburkan uang untuk plesiran pejabat UPI ke luar negeri dengan dalih studi banding (berita.upi.edu)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Menanggapi pemberitaan plesiran para pejabat UPI ke luar negeri dengan dalih studi banding, Pembantu Rektor Bidang Keuangan, Sumber Daya dan Usaha UPI, Prod. Dr. Idrus Affandi membantah pihaknya telah menghambur-hamburkan dana tanpa ada hasil kongkret bagi civitas akadema.

“Lihat saja kondisi UPI yang sekarang dengan tahun-tahun sebelumnya, banyak perubahan yang sudah kami lakukan untuk kemajuan civitas akademika,” ujar Idrus kepada wartawan seperti dikutip Bandung  Ekspres (22/2/2013).

Menurut Idrus, selama ini apa yang sudah dilakukan semata hanya untuk kemajuan bangsa, UPI yang sekarang ini sudah memberikan warna baru dalam dunia pendidikan di Indonesia,” tuturnya dengan nada semangat.

Idrus mengatakan, apa yang sudah diperbuat semata untuk melakukan yang terbaik untuk civitas akademika. Jadi, sangat tidak dibenarkan, sambung Idrus, bila pihaknya dituduh melakukan di luar tugas dan kewenangannya.

“Kita ini kan mau memajukan bangsa, kenapa dituduh yang bukan-bukan. Kami tidak ada niat untuk melakukan manipulasi apa pun dalam dunia pendidikan,” ujar Idrus dengan nada tinggi.

Idrus mengatakan, sudah 59 tahun lebih UPI tidak mengalami perubahan di tingkat infrastruktur dan akademik.

“Yang jelas kami tidak pernah takut, bila memang  ada pemeriksaan, kami tidak akan menghindar, kami tidak bersalah dan tidak berdosa,” ungkap Idrus yang sengaja menghadirkan seluruh dekan se-UPI saat itu.

Sealam ini, lanjut dia, pihaknya  mengunjungi sejumlah negara  yang pantas untuk dijadikan panutan seperti di Jepang, ada banyak institusi pendidikan yang memang sangat pas dijadikan model yang baik untuk pendidikan di Indonesia.

“Kami juga mengunjungi Tokyo, Guma, Hiroshima. Di sana budaya akademik kampus, kedisiplinn dan kebersihan (sangat ditekankan). Aku tidak mau berbicara kesemrawutan bangsa ini, tapi aku harus memperbaiki bangsa ini sesuai dengan semangat proklamasi,” katanya. (tor0

 

 

 

4 comments

  1. Iya pak, tapi penjelasannya kurang lengkap. Jangan hanya Poklamasi tapi mohon ditambah pula dengan Pancasila, UUD 1945, dan GBHN. Maklum pak, mereka yang mengkritik bapak belum ditatar P4. Jadi, mereka HARAM JADAH semua.

  2. “Saya tidak suka dengan orang-orang yang berwatak seperti Abu Jahal”, kata Sultan Darius dalam suatu audensi yang dihadiri oleh para punggawanya. Katanya, watak Abu Jahal adalah di depan dirinya manggut2 dan hormat, tapi di belakang “meureupan” dan kasak-kusuk.

    Cepot al-Chewan berkomentar, “Salah pak. Watak seperti itu bukan Abu Jahal, tapi watak orang Yahudi ketika pada zaman Nabi Musa. Hal itu dilakukan oleh orang-orang Yahudi karena melihat Penguasanya berwatak seperti Fira’un dan Qarun”.

  3. mudah-mudahan kebohongan guru besar itu terbongkar

  4. Ceuk almarhum Darso dina laguna, “Teu meunang kitu Ceng / Eta mah teu asup banyol … Pajar cenah studi banding / Tapi jiga ucing gering.