Home » Bandung Raya » Jelang Pemilu, Masyarakat Diimbau Jaga Suasana Tetap Kondusif

Jelang Pemilu, Masyarakat Diimbau Jaga Suasana Tetap Kondusif

JABARTODAY.COM – BANDUNG Jelang masa pencoblosan Pemilu 2019, Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto menyelenggarakan Silaturahmi Kamtibmas sekaligus kegiatan Deklarasi Bersama Caleg DPR RI Dapil Jabar, DPD RI Jabar dan DPRD Jabar Dalam Rangka Pemilu Damai 2019 di Provinsi Jawa Barat.

Kegiatan tersebut bertempat di Sudirman Grand Ballroom, Jalan Jendral Sudirman No 620, Kota Bandung, Senin (11/3).

Acara yang dihadiri Sekda Provinsi Jabar, Pangdam III/Siliwangi, Ketua KPU Provinsi Jabar, Ketua Bawaslu Provinsi Jabar, dan FKPD Provinsi Jawa Barat, serta para ketua partai politik di Jabar, berlangsung sangat meriah. Tak kurang dari 1.500 calon anggota legislatif di Jabar, turut hadir pada kegiatan ini. 

Kapolda Jabar mengatakan, seluruh caleg yang hadir bersepakat, juga berkomitmen untuk melaksanakan Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden 2019 secara lancar, aman, serta damai. 

“Kegiatan ini bukan kali ini saja dilaksanakan. Sebelumnya dilaksanakan pada putaran Pilkada serentak dengan Kodam, Bawaslu, KPU, dan pemerintah,” ujar Agung. 

Kapolda mengungkapkan, dengan kegiatan ini diharapkan agar para caleg, serta para pimpinan partai politik dalam penyelenggaraan Pemilu 2019 tetap rukun, guyub, dan tidak menjadikan perbedaan itu menjadi suatu konflik, sembari tetap mengutamakan persatuan dan kesatuan.

“Kegiatan ini guna meningkatkan tali silaturahmi khususnya sesama caleg agar tetap rukun dan tidak memandang perbedaan yang memicu konflik,” imbuh Agung. 

Selain itu, kata Kapolda, diharapkan setiap elemen masyarakat menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif, juga bersama-sama meminimalisasi isu-isu provokatif  terkait primodialisme, penyebaran “hate speech’, berita hoaks, radikalisme, intoleransi, dan terorisme.

Agung juga mengingatkan untuk tetap waspada terhadap berbagai berita palsu atau hoaks yang banyak beredar di media sosial. Selain itu, para caleg diimbau dalam berkampanye menggunakan bahasa santun, tidak menimbulkan fitnah yang bisa memicu konflik. 

“Diharapkan para caleg menyampaikan kampanye dengan benar karena kita lebih mengutamakan kesatuan dan persatuan masyarakat Indonesia sesama masyarakat Jawa Barat yang agamis, santun dan religius. Itu sudah kita buktikan pada pelaksanaan Pilkada serentak tahun lalu,” pungkasnya. (*)

Komentar

komentar