Home » Bandung Raya » Mie Berformalin Diedarkan ke Pasar di Kabupaten Bandung dan KBB

Mie Berformalin Diedarkan ke Pasar di Kabupaten Bandung dan KBB

ISTIMEWA

ISTIMEWA

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Jawa Barat berhasil mengungkap kasus pembuatan mie berformalin di Kampung Cibodas RT 02/14, Desa Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Rabu (30/4/2014).

Dalam penggerebegan yang dilakukan sekitar pukul 14.00, diamankan seorang tersangka, SJ, sang pemilik pabrik. Selain tersangka, anggota Sub Direktorat I/Industri dan Perdagangan Dit Reskrimsus Polda Jabar juga menyita 15 karung atau 520 kg mie basah ukuran 3 mm, 2 mm, dan ukuran 1 mm, 1,5 karung atau 27 kg boraks, 1 kaleng kimia pewarna merk 36008 Edicol Tartrazine, 1 karung atau 25 kg soda api, 5 kg formalin, 4 karung adonan bahan belum jadi yang sudah dicampur boraks serta 1 unit mobil Mitsubishi SS Box warna hitam.

Seperti diungkap Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jabar Komisaris Besar Martinus Sitompul, modus yang digunakan pelaku adalah dengan cara mencampur bahan mie berupa terigu dan tepung tapioka dengan bahan kimia soda api dan boraks, kemudian memakai pewarna merk 36008 Edicol Tartrazine. “Setelah itu, bahan-bahan dimasukkan ke dalam alat pembuat adonan, dan setelah adonan jadi, maka dibentuklah mie mentah dengan berbagai ukuran 1 mm, 2 mm dan 3 mm,” ujar Martinus di Mapolda Jabar, Selasa (6/5/2014).

Setelah mie mentah terbentuk, lanjutnya, maka selanjutnya dimasak dengan memasukkan mie ke dalam loyang yang sudah terisi air mendidih yang telah dicampur dengan formalin. Menurut Martin, SJ dalam sehari dapat menghasilkan produksi mie basah tersebut sebanyak 5-8 kuintal. “Oleh tersangka, mie tersebut diolah menggunakan minyak kacang kemudian dikemas untuk selanjutnya dipasarkan kepada konsumen di pasar-pasar tradisional daerah Soreang, Ciwidey, Cililin, Batujajar, dan Padalarang,” paparnya.

Disampaikan Martin, Subdit I/Indag Dit Reskrimsus Polda Jabar hingga saat ini telah melakukan penyitaan terhadap barang bukti dan memeriksa 6 orang saksi, yaitu Hendri, Asep Somantri, Edi, Hendra, Dedi, dan Dadang yang merupakan karyawan pabrik mie milik tersangka.

Akibat perbuatannya tersebut, SJ dikenakan Pasal 136 huruf a dan b UU No. 18/2012 tentang Pangan dan terancam hukuman 5 tahun penjara serta denda maksimal Rp 10 miliar. (VIL)

Komentar

komentar