Home » Hukum » Aksi Perampasan Terjadi Pukul 6 Malam Hingga 6 Pagi

Aksi Perampasan Terjadi Pukul 6 Malam Hingga 6 Pagi

Kapolrestabes Bandung Komisaris Besar Abdul Rakhman Baso/Avila Dwiputra

Kapolrestabes Bandung Komisaris Besar Abdul Rakhman Baso/Avila Dwiputra

JABARTODAY.COM – BANDUNG

17 kasus pencurian kendaraan bermotor selama bulan Februari-Maret 2013 berhasil diungkap jajaran Kepolisian Resor Kota Besar Bandung. Dalam pengungkapan itu, polisi mengamankan 26 tersangka dan menyita barang bukti berupa 30 sepeda motor, 13 mobil, puluhan telepon seluler, senjata api, senjata tajam, serta sejumlah uang tunai.

Dari 17 kasus, mayoritas merupakan aksi pencurian dengan pemberatan (curat) di pemukiman dan tempat ramai, juga perampasan dan penganiayaan. “Pengungkapan kasus ini melalui tiga kegiatan. Pertama razia, kemudian patroli rutin, dan ketiga hasil pengembangan laporan masyarakat,” ujar Kepala Polrestabes Bandung Komisaris Besar Abdul Rakhman Baso di Mapolrestabes Bandung, Rabu (27/3).

Dari 26 tersangka yang diamankan, diungkap Rakhman, ‎​ada beberapa diantaranya yang menggunakan senjata api dan senjata tajam saat beraksi. Mayoritas pelaku yang menggunakan senjata api dan senjata tajam adalah yang beraksi melakukan aksi perampasan. “Fokus pelaku ke kendaraan roda dua dan beraksi di tempat yang sepi pada malam hari. Korbannya wanita, tapi ‎​ada juga pria,” terangnya.

Untuk aksi perampasan ini, dijelaskan Rakhman, biasanya dilakukan di atas pukul 6 malam hingga 6 pagi. Maka itu, Rakhman menghimbau masyarakat menghindari tempat yang sepi, untuk mencegah aksi kejahatan perampasan dan pepet motor. Di sisi lain, jika masyarakat memarkirkan kendaraan, sebisa mungkin dikunci ganda. “Kami himbau masyarakat untuk berhati-hati dan lebih waspada,” ucapnya.

Ditambahkan Rakhman, bagi masyarakat yang merasa kehilangan kendaraannya dapat mendatangi Mapolrestabes Bandung dengan membawa bukti berupa kelengkapan surat-surat. (VIL)

Komentar

komentar