HIPKA Jabar Himbau Pemerintah Hapus Sistem “BI Checking” agar UMKM Bangkit

  • Whatsapp
Kurnia Al-Farizy, Ketua Umum BPW HIPKA Jawa Barat

JABARTODAY.COM-SOREANG. Badan Pengurus Wilayah Himpunan Pengusaha Korps Alumni HMI (BPW HIPKA) Jawa Barat menghimbau Pemerintah Provinsi  Jawa Barat dan Kabupaten/kota  untuk memprioritaskan  anggaran sektor UMKM pada Tahun Anggaran 2022. Sebagai stimulan, Pemerintah perlu menghapus sistem “BI Checking” agar sektor UMKM  bangkit sehingga mampu menggerakkan ekonomi nasional. Demikian gagasan pokok yang menjadi rekomendasi Rakerwil I BPW HIPKA Jawa Barat yang berlangsung di Soreang, Sabtu (23/10/2021).

“Tanpa kepedulian nyata pada sektor UMKM, kebangkitan ekonomi nasional akan susah bangkit. Kita semua mengetahui, pandemi ini telah memukul semua sektor, khususnya sektor UMKM. Pemerintah mesti serius menangani hal ini. Anggaran lain yang tidak berorientasi pada pemberdayaan UMKM untuk sementara bisa digeser, bila kita ingin UMKM kita bangkit dan bergerak maju,” ujar Ketua  BPW HIPKA Jawa Barat, Kurnia Al-Farizy dalam rilisnya yang dikirim ke Jabartoday.com, Ahad (24/10/2021).

BPW HIPKA Jabar juga mengajak semua pihak harus mampu bersinergi menuju kebangkitan ekonomi pasca pandemi. Pemerintah harus mampu menghadirkan solusi nyata untuk UMKM, bukan hanya sekedar memaksa kepatuhan menjalankan protokol kesehatan, ataupun menutup beberapa sektor ekonomi di masa pandemi.

UMKM ini, jelas Kurnia, adalah sektor usaha yang tetap eksis walaupun badai ekonomi dan krisis moneter menghantam perekonomian nasional. Namun terbukti pula, UMKM tetap bisa eksis dan bertahan walaupun pandemi mendera.

“UMKM banyak menyerap tenaga kerja. Jutaan rakyat Indonesia mengais rezeki dari sektor ini. Bila tidak ada kepedulian nyata dari pemerintah terhadap UMKM, sama saja tidak peduli pada nasib rakyatnya sendiri. Tidak percaya pada soko guru perekonomian nasional!” ujar Kurnia.

HIPKA Jabar menghimbau kepada semua pihak untuk berhenti berlindung di balik pandemi, tanpa upaya kongkrit membangkitkan sektor ekonomi khususnya UMKM.  Semua pihak dihimbau agar berhenti memancing di air keruh yang hanya sibuk untuk pencitraan diri tanpa dibarengi dengan prestasi dan solusi nyata yang bisa langsung dirasakan oleh masyarakat. (ruz)

Berita Terkait