Heryawan: Pekerja Sejahtera, Pengusaha Untung

  • Whatsapp
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (DOK JABARTODAY.COM)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

 

Pekerja sejahtera dan pengusaha untung merupakan kondisi ideal dunia usia. Kondisi inilah yang menjadi dambaan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Menurutnya, keberpihakan pemerintah kepada para pekerja adalah bagaimana mereka bisa hidup layak dan sejahtera. Begitu juga dengan keberpihakan kepada para pengusaha, bagaimana agar usahanya bisa menguntungkan.

 

“Karena jika pengusaha untung, tentu para pekerjanya pun harus sejahtera. Untuk itu, jalinan komunikasi antara pengusaha dan pekerja harus terus harmonis dan kondusif. Kedua belah pihak harus terbuka dan saling memahami posisi masing-masing. Pengusaha ikhlas membagikan keuntungannya dengan pekerja. Begitu juga dengan pekerja harus ikhlas mendukung dan mendoakan para pengusaha. Sementara itu, pemerintah punya kewajiban untuk memediasi kepentingan kedua belah pihak agar mencapai titik temu yang saling menguntungkan,” ungkap Heryawan saat melepas gerak jalan santai Forum Buruh Bersatu (For Best) di kawasan Taman Budaya, Balai Pengelolaan Budaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Jalan Ir Juanda, Dago, Minggu (28/10) pagi.

 

Bagi Heryawan, para pekerja dan pengusaha memiliki keterkaitan yang tidak bisa dipisahkan. Sehingga, harus terus menjalin komunikasi yang harmonis. Jika ada masalah harus dibicarakan dengan baik. Sehingga ke depan tidak ada lagi gejolak yang justru merugikan kedua belah pihak.

 

“Jika kita memiliki tekad yang sama, maka antara pekerja dan pengusaha akan terjalin hubungan yang sinergis dan menghasilkan sesuatu yang juga luar biasa. Jika pengusaha untung, harus berbagi dengan pekerja. Begitu juga dengan pekerja, jika sudah hidup layak wajib mendukung dan mendoakan pengusaha,” tandas Heryawan.

 

Lebih lanjut di hadapan ribuan pekerja yang tergabung dalam “For Best”, Heryawan mengingatkan agar ke depan kehidupan para pekerja semakin baik dan lebih sejahtera. Begitu juga dengan para pengusahanya. Karenanya, Pemerintah akan terus mendorong, agar kepentingan kedua belah pihak, seperti kepastian hukum, keamanan berinvestasi, dan upah yang layak, dapat dipertemukan dalam kesepahaman yang sama.

 

Di sisi lain, Gubernur menyambut baik terbentuknya For Best sebagai wadah yang menghimpun seluruh elemen pekerja di Jawa Barat. Tentu wadah tersebut dapat digunakan sebagai penyaluran aspirasi dan kepentingan para pekerja atau buruh di Jawa Barat. Turut hadir dalam acara tersebut, jajaran pimpinan Apindo, elemen serikat buruh atau pekerja dan pimpinan Jamsostek Jabar-Banten.

 

“Forum Buruh Bersatu atau For Best harus menjalin komunikasi dengan unsur pengusaha. Begitu pun dengan Apindo sebagai forum atau asosiasi pengusaha Indonesia harus menyambut baik aspirasi tersebut. Dengan demikian, akan terbangun suasana yang kondusif. Sehingga kedua belah pihak dapat menjalankan fungsi dan kewajibannya dengan baik,” ujar Heryawan.

 

Sambil memekikkan yel-yel Jawa Barat, “Sabisa-bisa Kudu Bisa Pasti Bisa”, Heryawan mengajak para pekerja dan pengusaha bersama membangun Jawa Barat lebih kondusif, makin maju, lebih mandiri, dinamis dan sejahtera.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Barat Hening Widiatmoko menjelaskan, Forum Buruh Bersatu atau “For Best” dibentuk oleh 18 serikat pekerja dan buruh se-Jawa Barat. Wadah tersebut memperkuat forum resmi yang sudah ada, yakni Tripartit. Jika Tripartit membicarakan kepentingan bersama, antara Pemerintah, Pengusaha dan Pekerja, maka “For Best” lebih bersifat internal para pekerja atau buruh.

 

“Forum Buruh Bersatu tersebut lebih kepada kegiatan yang bersifat menyejahterakan. Dengan demikian, diharapkan dengan adanya “For Best”, para buruh atau pekerja dapat meningkatkan taraf ekonominya. Pada intinya, kehadiran Forum Buruh Bersatu memperkuat peran lembaga Tripartit,” tandasnya.(HUMAS PEMPROV JABAR/NJP)

Related posts