Heryawan Lepas Mushika One ITB Bertarung di Jepang

  • Whatsapp
Gubernur Ahmad Heryawan dan Rektor ITB Akhmaloka menonton test drive Mushika One di kampus ITB, Jalan Ganeca No. 10 Bandung. (DETIKFOTO)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Pelepasan mobil balap Mushika One ITB, ditandai oleh pengguntingan pita merah oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Senin (27/8). Usai melakukan seremoni, Aher langsung menaiki mobil yang akan diberangkatkan ke Jepang itu.

Dengan senyum khasnya, dia menaiki mobil tersebut. Seketika gerungan keras terdengar saat dirinya menekan pedal gas dengan kencang. Kemudian, ia mengacungkan dua jempolnya ke para undangan serta mahasiswa yang hadir dalam acara itu, sebagai pertanda ucapan bagus atas karya tersebut.

Mengenakan mobil balap bernomor 79, dirinya sempat memasuki mobil dengan kesusahan. Namun, rona bahagia tampak dalam wajahnya, melihat kreativitas anak bangsa tersebut. Heryawan sesekali menginjak gas dengan kencang, yang menimbulkan kebisingan di sekitar kampus center ITB.

Dengan pelepasan itu, mobil berkapasitas 600 cc ini dinyatakan siap bertarung di ajang Formula Society of Automotive Engineers International (SAEI) di sirkuit Ecopa Shizuoka Prefecture, Aino, Jepang, pada 3-7 September 2012.

Di sela pelepasan Heryawan mengatakan, dirinya bangga dengan mobil kreativitas buatan mahasiswa ITB. Bahkan, dirinya meminta untuk dibuatkan mobil itu, seusai mereka bertarung di Jepang.

“Saya bangga dengan mobil teman-teman ITB, semoga bisa meraih prestasi di Jepang. Dan sesudahnya saya pesan satu,” ujar Heryawan, di Kampus ITB, Jalan Ganesha.

Dengan terwujudnya mobil balap rakitan mahasiswa ITB tersebut, muncul decak kagum dari berbagai kalangan. Namun pihak ITB sendiri masih belum puas dengan rakitannya tersebut.

“Kita merasa masih belum puas dengan hadirnya Mobil Mushika One ITB ini. Dalam artian, kita akan selalu mengembangkan mobil tersebut, sesuai perkembangan teknologi. Dan akan selalu melakukan improvisasi dalam pengembangannya,” kata Pembimbing Tim Mushika Formula One ITB, Indra Nurhadi.

Indra menegaskan, pembuatan mobil balap ini tidak berhenti sampai disini, melainkan akan terus berkembang sampai menjadi lebih baik. (AVILA DWIPUTRA/DEDE SUHERLAN)

Related posts