Hari Pertama Pascalibur Lebaran, Layanan Publik Normal

  • Whatsapp
Gubernur Ahmad Heryawan menyematkan tanda kehormatan kepada salah satu penerima Satya Lancana Karya Satya 30 tahun di Gedung Sate, Rabu (15/8). (NAJIP HENDRA SP/JABARTODAY.COM)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Tak ada alasan untuk bersantai atau berleha-leha dalam melayani masyarakat. Begitu kata Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan saat disinggung mengenai denyut pelayanan publik selama Ramadan dan pascalibur Idul Fitri. Heryawan lantas merujuk pada sejumlah peristiwa besar yang terjadi selama bulan puasa.

“Justru banyak prestasi besar terjadi selama Ramadan. Proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 2965 misalnya, terjadi pada 9 Ramadan. Ramadan merupakan bulan perjuangan, di mana kaum muslimin berkewajiban meningkatkan etos kerjanya,” kata Heryawan saat ditemui usai memberikan tanda kehormatan dan penghargaan Satya Lancana Karya Satya di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Bandung, Rabu (15/8) pagi tadi.

Heryawan juga memastikan pelayanan publik akan berlangsung normal pada hari pertama pascalibur lebaran. Dengan demikian, tidak alasan bagi pegawai negeri sipil (PNS) untuk mengulur-ulur waktu datang kantor setelah berlebaran di kampung halaman.

Dia menjelaskan, seluruh PNS di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan libur pada 18 Agustus 2012 mendatang. Selanjutnya, mereka akan mengikuti cuti bersama hingga 22 Agustus. Nah, pada 23 Agustus seluruh pegawai diharuskan sudah beraktivitas seperti biasa.

“Sebagai pegawai negara, sebagai muslim, tentu masuk kerja itu menjadi bagian dari komitmen, bagian dari janji. Kalau kemudian melambatkan pekerjaan atau malah tidak masuk pada hari kerja, itu kan sudah mencederai komitmen. Itu maknanya sangat dalam. Tidak boleh ada alasan (tidak masuk),” tegas Gubernur.

“Pelayanan publik harus jalan lagi seperti biasa. Biasanya juga kan yang masuk 99,9 persen. Cuma 0,1 persen yang tidak masuk. Tiap hari juga ada yang tidak masuk, alasannya karena sakit, keluar kota, dan lain-lain,” tambah Heryawan.

Sebelumnya, berbicara di hadapan penerima penghargaan, Heryawan menekankan bahwa PNS merupakan profesi mulia. Karena itu, harus diniatkan untuk beribadah. Dalam menjalankan tugasnya, PNS harus senantiasa melakukan perubahan ke arah positif.

Sejalan dengan itu, Heryawan meminta penghargaan yang diterima dari pemerintah seyogyanya menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja dan istiqamah dalam menjalankan pekerjaan. (NJP)

Berita Terkait