Griya Grand Cinunuk Dituding Biang Krisis Air

  • Whatsapp
Salah satu warga RT 02/RW 01, Kp. Margamulya, Ds. Cimekar, Cileunyi, Kab. Bandung, menunjukkan kering kerontangnya sumur milik warga di kawasan itu, Selasa (11/9). (DEDE SUHERLAN/JABARTODAY.COM)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Griya Grand Cinunuk, Kec. Cileunyi, Kab. Bandung dituding jadi biang krisis air di RT 02/RW 01, Kp. Margamulya, Ds. Cimekar, Kec Cileunyi. Warga menuding, menyusul pembuatan sumur artesis oleh Griya Grand Cinunuk, penduduk yang tinggal di belakang supermarket itu sulit mendapatkan air.

Salah satu warga, Warni (35), mengungkapkan, beroperasinya sumur artesis di Griya Grand Cinunuk sejak setahun terakhir sangat terasakan dampaknya oleh warga. Sebelum pembuatan sumur artesis, kata dia, warga tidak pernah merasakan kesulitan air.

“Pada musim kemarau sebelumnya, warga tidak pernah kekurangan air. Kendati kemarau berlangsung hingga lebih dari enam bulan misalnya, sumur milik warga tak pernah kering. Berbeda dengan saat ini, walau kemarau baru berlangsung tiga bulan, sumur kering kerontang,” kata Warni, Selasa (11/9).

Warga lainnya Tati Nurhayati (38), menyebutkan, dari sekitar 30 kepala keluarga (KK) yang tinggal berdempetan dengan Griya Grand Cinunuk, semuanya kesulitan mendapatkan air. Walau warga memiliki sumur yang memiliki kedalaman 18 sampai 20 meter, namun semuanya sama sekali tidak berfungsi sebagai sumber air.

“Untuk mendapatkan air, warga terpaksa menggunakan air sawah yang ditampung di MCK (mandi, cuci, kakus) umum. Soal kualitas air jangan ditanya. Sudah kotor, bau pula. Ya terpaksa, karena tidak ada sumber air lagi, air sawah itu kami gunakan juga untuk air minum,” ujar Tati.

Sedangkan Ade (45), yang juga tinggal di kawasan itu, menuturkan, untuk menanggulangi kekurangan air, Griya Grand Cinunuk memang membuat satu sumur bor untuk warga. Namun, kata dia, keberadaan sumur itu tak memberi manfaat yang signifikan untuk warga.

Caina ngilicir siga buntut beurit (airnya mengalir layaknya ekor tikus),” kata Ade.

Suverpisor Lapangan Griya Grand Cinunuk, Dudi Damhudi, membenarkan bahwa supermarket itu mengoperasikan satu sumur artesis. Pembuatan sumur itu, kata Dudi, telah dilaporkan ke desa, kecamatan, dan Pemkab Bandung. Di samping itu, untuk mencukupi kebutuhan air bagi warga yang tinggal di seputar Griya Grand Cinunuk, supermarket itu telah membuat satu sumur bor yang dialokasikan untuk warga.

“Soal kesulitan air, itu mah memang saatnya. Kekeringan tidak terjadi di sini saja. Di seluruh wilayah mengalami hal sama. Kami pun sulit air. Untuk memenuhi kebutuhan air, setiap hari kami membeli dua tangki air,” sebut Dudi.

Sementara itu Kepala Desa Cimekar, Kec. Cileunyi, Tata Suherman, mengatakan, pihaknya tidak pernah mendapat laporan bahwa Griya Grand Cinunuk telah membuat sumur artesis.

“Pihak desa tidak pernah mendapat laporan tentang pembuatan sumur artesis oleh Griya Grand Cinunuk. Padahal untuk pembuatan sumur artesis, selain harus melaporkan ke desa dan kecamatan, juga harus mendapat izin dari Pemkab Bandung,” kata Tata. (DEDE SUHERLAN)

Related posts