Firdaus Memorial Park Terbuka Untuk Warga Tidak Mampu

  • Whatsapp
Petugas keamanan salah satu komplek Cibaduyut dimakamkan di Firdaus Memorial Park, Kamis (17/4). Ini wujud komitmen Wakafpro99 untuk membantu masyarakat tidak mampu. (JABARTODAY)
Petugas keamanan salah satu komplek Cibaduyut dimakamkan di Firdaus Memorial Park, Kamis (17/4). Ini wujud komitmen Wakafpro99 untuk membantu masyarakat tidak mampu. (JABARTODAY)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Firdaus Memorial Park, yang sempat menjadi kontroversial beberapa waktu lalu dikarenakan dianggap menjadikan pemakaman sebagai sebuah industri, ternyata terbuka bagi masyarakat tidak mampu. Itu terbukti dengan dimakamkannya petugas keamanan di salah satu komplek perumahan di Cibaduyut, Hasan (65), Kamis (17/4/2014).

Hasan wafat meninggalkan seorang istri yang sudah renta, Rodiah, dan 5 anak yang juga hidup di tengah kondisi perekonomian yang serba kekurangan. Bahkan, jenazahnya pun terpaksa disemayamkan di kantor RW setempat, lantaran kamar kontrakannya di kawasan Cibaduyut Lama belakang, yang hanya sepetak dan dihuni 8 jiwa, tak dapat menampung jenazah.

Aparat setempat sempat kebingungan. Paling tidak perlu biaya sedikitnya Rp 1 juta untuk bisa dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum terdekat. Pihak keluarga, dalam hal ini anak-anaknya, tak memungkinkan dimintai biaya pemakaman. Mereka, yang sebagian besar lulusan SD, sama sekali tak tahu harus dari mana mendapatkan uang sejumlah itu untuk biaya pemakaman.

“Sebagai tenaga perlindungan masyarakat (Linmas) gaji almarhum per bulan  tak lebih dari Rp 150 ribu itu pun dikasihnya per 3 bulan sekali. Anak-anaknya yang sudah kerja rata-rata lulusan SD, tak bisa diandalkan. Mereka juga jadi buruh serabutan,” kata Rossep Rustam, Ketua RT 07/07 Kelurahan Kebonlega, Kecamatan Bojongloa Kidul.

Melalui salah seorang warga setempat yang merupakan wakif (pewakaf) Firdaus Memorial Park, Endang Saefullah, aparat terhubung dengan sebuah lembaga nirlaba pengelola Taman Wakaf Pemakaman Muslim ‘Firdaus Memorial Park’ (FMP). Pemakaman yang berlokasi di Desa Ciptagumati, Kecamatan Cikalong Wetan ini merupakan hasil wakaf segenap kaum peduli.

Mendengar info keberadaan Taman Wakaf Pemakaman Muslim Firdaus Memorial Park, aparat setempat pun bergegas berembuk dengan pihak keluarga almarhum.

Persis pukul 08.30, mobil jenazah Firdaus Memorial Park membawa jasad almarhum, bertolak menuju lokasi pemakaman di Desa Ciptagumati, Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat.

Di Firdaus Memorial Park, Hasan, adalah jenazah kedua yang berasal dari kalangan dhuafa. Sebelumnya almarhumah Ibu Tatty, nenek sebatang kara, warga Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, juga dimakamkan di sana.

Ketika orang miskin ‘dilarang’ mati, lantaran tingginya biaya untuk penyediaan lahan pemakaman, Taman Wakaf Pemakaman Muslim “Firdaus Memorial Park” hadir sebagai solusi. Mulai dari prosesi memandikan, mengafani, menyalatkan hingga memakamkan, plus penyediaan lahan pemakaman itu sendiri, murni cuma-cuma tanpa ada pungutan dalam bentuk apapun. (VIL)

Related posts