Februari, Pindad Mulai Produksi Eskavator

  • Whatsapp
jabartoday.com/net
jabartoday.com/net

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Mengembangkan bisnis menjadi opsi dan strategi utama yang terus diusung berbagai lembaga dan dunia usaha. Hal itu pun dilakukan PT Pindad (Persero). Sejauh ini, lembaga BUMN itu bergerak dalam bidang sistem pertahanan dan keamanan. Namun, untuk mengembangkan kinerja bisnis sekaligus daya saing, PT Pindad pun memproduksi produk lain. Adalah eskavator satu di antaranya.

“Kami siap untuk memproduksi eskavator. Pindad Excavaca ini merupakan prototype produk eskavator kami. Februari 2016, kami mulai memproduksinya,” tandas Direktur Utama PT Pindad (Persero), Silmy Karim, pada sela-sela Peluncuran Pindan Excavaca 2015 di PT Pindad (Persero), Jalan Gatotsubroto Bandung, Kamis (10/9).

Diutarakan, mulai Februari, pihaknya siap memproduksi sekitar 600 unit Pindad Excava. Ratusan unit alat berat itu, jelasnya, untuk memenuhi kebutuhan Kementerian Pekerjaan Umum-Perumahan Rakyat (PU-Pera) dan lembaga-lembaga BUMN. “Sekitar 500 unit untuk keperluan Kementerian PU-Pera, sisanya lembaga-lembaga BUMN,” sambung Silmy.

Harga satuan Pindad Excava, ungkapnya, senilai Rp 1,2-1,3 miliar per unit. Untuk merealisasikan proses produksi alat berat itu, sahut Silmy, pihaknya, menginvestasikan dana yang tidak sedikit untuk melakukan produksi. Angkanya, sebut dia, mencapai Rp 300 miliar.

Sebenarnya, beber Silmy, Pindad Escava bermula pada inisiatif sejumlah menteri, yaitu Menteri PU-Pera, Menteri Perindustrian, Menteri BUMN, dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Namun, akhirnya, pasca kunjungan Presiden Republik Indonesia (RI) ke-7, Joko Widodo (Jokowi), ke PT Pindad (Persero) beberapa waktu silam, inisiatif dan gagasan itu meruncing.

Saat itu, Jokowi meminta PT Pindad tidak hanya meningkatkan kapasitas produksinya, baik milter maupun non-militer, tetapi juga memproduksi alat berat

Di tempat sama, Menteri PU-Pera, Basuki Hadimuljono, menambahkan, sejauh ini, kebutuhan eskavator di daerah-daerah tergolong tinggi. Kebutuhan itu, imbuhnya, tidak hanya berkaitan dengan jasa konstruksi, semisal, pembangunan jalan. Akan tetapi, seru Basuki, sektor lain pun membutuhkannya. Misalnya, jelas dia, untuk pengairan. “Di kota-kabupaten, terdapat balai-balai pengairan. Balai-balai itu membutuhkan eskavator. Tidak itu saja, kebutuhan eskavator lainnya pun dalam kaitannya dengan bencana alam,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Pertahanan, Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, menyatakan, PT Pindad harus menjadi produsen unggul. Keunggulannya, tegas Ryamizard, tidak hanya dalam hal produk alat angkut sistem pertahanan (alutsista), tetapi juga sejumlah produk yang berkaitan dengan dunia industri, misalnya alat berat, deck machinery, termasuk prasarana kereta api. (ADR)

Related posts