Enggartiasto: Masyarakat Tidak Boleh Dibohongi dengan Istilah “Studi Banding”

ENGGARTIASTO LUKITA, Ketua Umum IKA UPI (banjarmasin.tribunnews)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Pendidikan Indonesia (IKA) UPI, Drs Enggartiasto Lukita mengatakan, pada era keterbukaan seperti sekarang ini, sudah seharusnya setiap pejabat membuka program yang dilakukan kepada publik, meskipun orientasinya untuk kepentingan pengembangan lembaga.

“Tetap saja, masyarakat tidak boleh dibohongi dengan istilah “studi banding”. Bila memang ada manfaatnya untuk pergi ke luar Negeri kenapa tidak? Hanya tetap perlu laporan yang jelas kepada Masyarakat,“ katanya saat dihubungi via telpon, Kamis (28/02/2013).

Menurut Pria yang akrab dipanggil Enggar ini, transparansi lembaga pendidikan seperti UPI sangat penting, agar masyarakat tidak merasa dibohongi dengan program yang selama ini dijalankan.

“Ya, masyarakat kan perlu tahu, menghabiskan dana berapa dan untuk program apa, jangan sampai dana habis sementara programnya tidak jelas, ini kan bisa salah kaprah,“ jelasnya.

Enggar berharap, agar pejabat dapat belajar untuk jujur terhadap diri sendiri dan orang lain, jangan sampai seperti katak dalam tempurung. “Generasi masa depan berasal dari universitas dan lembaga pendidikan, jika ini tidak dibenarkan, maka masyarakat perlu mengetahui lebih jauh,“ imbuhnya.

Untuk itu, kata Ketua Umum IKA UPI ini, selagi masih ada IT, maka UPI perlu mempublikasikan lewat media, termasuk di internal UPI sendiri,“ katanya. (zam)

Related posts