Friday , 22 November 2019
Home » Pendidikan » Empat Mahasiswa UPI Magang di Jepang

Empat Mahasiswa UPI Magang di Jepang

UP.EDU

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Ulfa Nurulfalah Asifa bersama tiga orang mahasiswa D3 Keperawatan Universitas Pendidikan Indonesia mengabarkan, mereka berada di Asrama Kenyokai, Tokyo, setibanya di Jepang. Mereka sempat menginap di Kedutaan Besar RI di di Meguro Tokyo setibanya di Negeri Sakura itu untuk magang sebagai perawat.

Ulfa Nurulfalah bersama Lira Septarina, Aga Bramantia, dan Adn Febi Abdilah dilepas Rektor UPI Prof. Dr. Sunaryo Kartadinata, M.Pd. Senin (26/9/2011) untuk mengikuti program magang di Jepang. Keempat mahasiswa tersebut berangkat Kamis (29/9/2011), dan direncanakan pulang 24 Desember 2011.

Selama tiga bulan, mereka mengikuti perkuliahan keperawatan dan magang di Tokushima Kensyokai College of Health & Welfare Jepang. Selain itu, mereka akan mengunjungi Hiroshima University dan Tokyo Metropolitan University.

Saat di Tokyo, keempat mahasiswa magang ini sempat berjalan-jalan ke beberapa tempat yang sangat populer, seperti ke Ginza, Harajuku dan lain–lain. Namun mulai selasa (4/10/2011), mereka harus bisa lebih mandiri. Sebab, dosen dan dekan tidak lagi berada di Tokushima.

Menceritakan tentang awal mereka bias terpilih magang ke Jepang, lulusan SMA 2 Cimahi ini mengatakan, “Semua bermula ketika saya sangat tertarik mendengar UPI membuka jurusan D3 Keperawatan, Konsentrasi Gerontologi. Apalagi, saya sangat berminat pergi ke Jepang agar bias memperdalam Ilmu Kesehatan dan kultur Jepang, terutama bahasa dan budayanya.”

Ia mengaku diberitahu terpilih magang ke Jepang sangat mendadak. Hanya dalam waktu dua minggu, ia harus segera menyelesaikan persyaratan untuk pergi ke Jepang seperti paspor dan visa. Waktu itu Sensei Diani (dosen Bahasa Jepang di Prodi Keperawatan) menghubungi Ulfa, memberi tahu bahwa ia ikut magang kuliah ke Jepang selama tiga bulan di Kensyokai Fukushi Senmon Gakko.

“Saya sangat terkejut dan senang karena ini di luar perkiraan saya. Sampai saat ini, saya merasa masih banyak kekurangan, terutama kemampuan berbahasa Jepang. Namun saya harus bisa mensyukuri dan memanfaatkannya sebaik mungkin agar perjalanan ini bias menyempurnakan kekurangan,” ujar Ulfa.

Dengan diberikannya kesempatan ini , ia berharap, dirinya bersama rekan-rekan yang lain dapat menjadi jembatan untuk mempererat hubungan Indonesia dengan Jepang terutama UPI dan Prodi D3 Keperawatan. “Saya berharap, teman-teman mahasiswa yang lain tetap semangat, sebab tahun depan giliran kalian,” katanya.(WAS/upi.edu)