Eksistensi Bahasa Indonesia di Titik Nadir

  • Whatsapp
(GAMBAR ILUSTRASI: ISTIMEWA)

JABARTODAY.COM – JATINANGOR

Eksistensi bahasa Indonesia sedang berada di titik nadir. Kini banyak bermunculan ragam-ragam bahasa yang bertentangan dengan kaidah-kaidah ketatabahasaan bahasa Indonesia.

“Bermunculannya ragam-ragam bahasa baru, seperti bahasa SMS dan Alay, merupakan femonena kebahasaan yang secara perlahan menghancurkan kaidah Bahasa Indonesia,” ujar penulis dan pemilik sekolah tulis “Winner Class”, Ali Muakhir Ali saat menjadi pembicara dalam Seminar Bulan Bahasa yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa “Gelanggang” Program Studi Sastra Indonesia Unpad, di Aula Pusat Studi Bahasa Jepang (PSBJ) Fakultas Ilmu Budaya Unpad, Jatinangor, Rabu (24/10).

Menurut Ali, fenomena tersebut salah satunya disebabkan oleh kurangnya pendidik bahasa Indonesia yang berasal dari lulusan Pendidikan Bahasa atau Sastra Indonesia. Bahkan, ada pendidik yang dipaksa untuk mengajar bahasa Indonesia walaupun bukan berasal dari lulusan bahasa.

“Ini sangat mengkhawatirkan, mengingat orang-orang asing saja menganggap Bahasa Indonesia adalah bahasa yang sangat eksotis,” ungkapnya.

Ali mengungkapkan, menjamurnya media elektronik dan media sosial di internet juga turut memengaruhi perkembangan bahasa Indonesia. Padahal, media elektronik seperti telepon genggam dan media sosial di internet merupakan media paling baik dan simpel untuk belajar bahasa Indonesia.

“Kita bisa kirim SMS dengan menggunakan bahasa yang baik dan tidak disingkat-singkat. Dalam media sosial misalnya, kita pun bisa menulis status dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar,” ujarnya.

Pada kesempatan sama Dosen ITB, Dr. Acep Iwan Saidi, M.Hum., yang juga menjadi pembicara dalam seminar ini mengatakan, penyebab lain memudarnya eksistensi atau kesaktian dari bahasa Indonesia disebabkan oleh memudarnya kemampuan menulis. Semakin hari tingkat kemampuan menulis, khususnya di kalangan akademisi, sangat memprihatinkan.

“Sejatinya, untuk hidup di zaman sekarang dan nanti, ada tiga kemampuan yang mesti dimiliki oleh setiap orang yaitu kemampuan berbahasa, kemampuan menulis, dan kemampuan berbicara,” jelasnya. (DEDE SUHERLAN)

 

Related posts