Home » Bandung Raya » Ciptakan Tenaga Kerja Berbasis Kompetensi

Ciptakan Tenaga Kerja Berbasis Kompetensi

JABARTODAY.COM – BANDUNG Guna menyiapkan tenaga terampil yang siap kerja, Organisasi Pekerja Garmen Indonesia mengadakan diklat 3 in 1, yang didalamnya mencangkup pelatihan, sertifikasi, dan siap kerja.

Kegiatan ini merupakan kerja sama antara C59 dan Kementerian Perindustrian melalui Balai Diklat Industri. Diklat 3 in 1 Operator Mesin Garmen Berbasis Kompetensi Balai Diklat Industri Jakarta Onsite Angkatan 39 Tahun 2019, diselenggarakan di C59 Factory, Jalan Cigadung Raya Timur, Selasa (25/6).

Owner C59, Marius Widyarto menuturkan, tujuan diadakannya acara ini guna menghadirkan tenaga kerja di bidang garmen yang bersertifikasi. Sertifikat menunjukkan bahwa orang tersebut miliki kompetensi dalam pekerjaannya.

“Karena tidak selamanya karyawan bakal terus menjadi karyawan. Jadi kalau misalnya mereka ingin membuka konveksi, mereka sudah tersertifikasi,” papar Wiwied, sapaan akrabnya.

Wiwied mengaku, bila yang mengikuti diklat tersebut merupakan para karyawannya. Namun bukan tanpa alasan dirinya mengikutsertakan para pegawainya. Pasalnya, dia ingin kedepannya mereka bisa siap bekerja di tempat lain, bahkan luar Jawa Barat.

“Karena masa depan industri garmen kedepannya tidak hanya di Jawa Barat, tapi Jawa Tengah, apalagi UMR (upah minimum regional) di sana lebih murah. Dan ini program pemerintah dibawah Kementerian Perindustrian melalui Balai Diklat Industri,” urai Wiwied.

Kepala Seksi Pengembangan Program Kerja Sama Balai Diklat Industri Jakarta Kementerian Perindustrian Iwan Adrian mengungkap, jika tujuan kegiatan ini dalam rangka mengurangi angka satu juta pengangguran. Hal ini juga termasuk menciptakan para wirausaha baru.

“Karena kami fokusnya di Pulau Jawa, terutama di bidang tekstil, jadi tujuannya untuk meningkatkan skill SDM (sumber daya manusia) kita, salah satunya operator mesin jahit,” imbuh Iwan.

Di tempat sama, Ketua Umum Organisasi Pekerja Garmen Indonesia Stanley Ngelo menyatakan, kegiatan ini sebagai bukti nyata OPGI dalam mendukung program pemerintah dalam menciptakan tenaga kerja terampil berbasis kompetensi. Kegiatan yang sama juga telah dilakukan di beberapa daerah, seperti Subang, Tasikmalaya, Semarang, hingga Salatiga.

“Diklat 3 in 1 ini mencangkup pelatihan, sertifikasi, dan siap kerja, yang mengacu kepada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia. Sebagai mitra Kementerian Perindustrian, kita selalu mendukung program mereka,” tegas Stanley. (*)

Komentar

komentar