Home » Ekonomi » Penuhi Elektrifikasi, PLN Berinvestasi Besar

Penuhi Elektrifikasi, PLN Berinvestasi Besar

PT PLN (Persero) UIP JBT I berinvestasi besar untuk membangun 3 PLTA di Jabar.
(jabartoday.com/erwin adriansyah)

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Ketrersediaan pasokan listrik dapat berefek besar bagi masyarakat. Di antaranya, sebagai pendorong kesejahteraan.

Setiap tahunnya, kebutuhan energi listrik terus meningkat. Namun, hingga kini, tingkat elektrifikasi belum mencapai 100 persen. Karena itu, pemerintah mencetuskan program 35 ribu Mega Watt (MW). Demi menyukseskan program itu, sebagai lembaga BUMN bidang energi listrik, PT PLN (Persero) melakukan sejumlah langkah.

“Berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2018-2027, kebutuhan listrik sebesar 6,86 persen per tahun. Proyeksi kebutuhan listrik 2027 mencapai 434 Tera Watt hour (TWh). Jika terealisasi, 2025 tingkat elekteifikasi mencapai 100 persen,” tandas Senior Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangkit Jawa Bagian Tengah (UIP JBT) I, Asep Irman, pada Media Gathering PT PLN (Persero) UIP JBT I di Ciwidey, Rabu (19/12).

Pihaknya, sambung Asep, mendapat mandat untuk melakukan pengembangan dan pembangunan pembangkit listrik agar program 35 ribu MW terealisasi. Secara total, kata Asep, di Regional Jawa Bagian Tengah, yang mencakup Jabar, Jateng, dan Yogyakarta, terdapat 4 pembangkit berkapasitas total  3.050 MW.

Sebanyak 2.050 MW, lanjut Asep, merupakan energi baru terbarukan. Yaitu, ucapnya, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Upper Cisokan Pumped Storage berkapasitas 4 x 260 MW, PLTA Jatigede Sumedang 2 x 55 MW, dan PLTA Matenggeng berkapasitas 900 MW.

Tentunya, pembangunan-pembangunan PLTA itu memerlukan investasi besar. Secara total, ungkapnya, nominalnya mencapai triliunan rupiah. “Dana investasi PLTA Upper Cisokan, yang jangka waktu konatruksinya 50 bulan, sejumlah 800 juta dolar Amerika Serikat (AS). Lalu, investasi PLTA Jatigede, yang masa konstruksinya 43 bulan, senilai 82,56 juta dolar AS plus Rp 635,82 miliar. Sedangkan PLTA Matenggeng, yang durasi pembangunan konstruksinya 72 bulan, senilai 666 juta dolar AS,” pungkasnya.  (win)

Komentar

komentar