Home » Ekonomi » Jurus Simpel untuk Antisipasi Investasi Ilegal

Jurus Simpel untuk Antisipasi Investasi Ilegal

(jabartoday.com/net)

JABARTODAY.COM – MALANG — Kendati pemerintah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi sebagai upaya antisipasi terjadinya penipuan bermodus penawaran produk semisal investasi dan lainnya, hingga kini, aksi itu masih tetap terjadi. Tidak heran, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama 12 instansi lain, yang tergabung dalam Satgas Waspada Investasi, terus melakukan upaya-upaya, baik preventif maupun represif.

“Langkah preventifnya, kami terus mengedukasi masyarakat dan menyosialisasikan langkah-langkah pencegahan investasi bodong. Sedangkan represifnya yaitu pencabutan izin,” tandas Kepala Bagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Kantor Regional 2 Jabar, Riwin Mirhadi, pada Media Gathering OJK Kantor Regional 2 Jabar di Batu Malang, Kamis (27/9) malam.

Riwin mengungkapkan, selama satu dekade terakhir, yaitu 2007-2017, kerugian korban investasi bodong bernilai raksasa. Secara nasiomal, total nominalnya, sebut pria berkacamata itu, mencapai Rp 105,81 triliun.

Bentuknya, jelas dia, umumnya, berupa penawaran investasi beriming-iming keuntungan yang sangat menggiurkan. Selain itu, sambungnya, ada juga berupa penawaran paket perjalanan yang tarifnya lebih murah daripada tarif sewajarnya. “Contohnya, kasus Pandawa Group di Depok dan First Travel,” tuturnya.

Sebenarnya, sahutnya, langkah antisipasi investasi bodong dan sejenisnya, sangat sederhana. Jurusnya, ungkap dia, hanya 2-L, yaitu legal dan logis. Riwin menerangkan, ketika memperoleh penawaran investasi, masyarakat harus teliti dan jeli memperhatikan legalitas entitas atau perusahaan yang mengajukan penawaran investasi atau produk lainnya.

Apabila memang legal, lanjutnya, penawarannya harus logis. “Jika mengajukan penawaran besar, semisal keuntungan yang persentasenya melebihi bunga perbankan, lalu berani menjamin tidak ada kerugian, dan lainnya, itu merupakan hal yang tidak logis,” paparnya.

Riwin menyarankan masyarakat untuk segera berkomunikasi dengan Satgas Waspada Investasi. “Segerq hubungi call center 157,” pungkasnya.  (win)

Komentar

komentar