Home » Ekonomi » Jabar Berpotensi Jadi Pasar Utama MICE

Jabar Berpotensi Jadi Pasar Utama MICE

Jawa_BaratJABARTODAY.COM – BANDUNG
Ternyata, Jawa Barat memiliki potensi dan daya tarik ekonomi yang luar biasa. Jabar juga berpotensi besar dalam pengembangan bisnis MICE (meeting, incentive, convention, and exhibition) level internasional.
 
“Untuk jadi pasar dan tujuan utama MICE, Jabar punya modal besar. Ironisnya, sampai saat ini, Jabar belum memiliki gedung yang tergolong representatif guna memenuhi hal tersebut. Ini fakta,” ujar Ketua Asosiasi  Kongres dan Konvesi Indonesia Jabar, Deni Drimawan, di Sekretariat Forum Diskusi Wartawan Ekonomi Bandung (Fordisweb), Jalan Beruang Bandung, Senin (11/8/2014).
 
Deni meneruskan, sebenarnya, Jabar, khususnya Bandung, relatif memiliki sejumlah persyaratan untuk menggulirkan MICE skala internasional. Pasalnya, jelas Deni, Jabar, utamanya Bandung, sudah memilki infrastruktur yang tergolong lengkap untuk menlangsungkan MICE internasional.
 
Misalnya, sebut Deni, Jabar, khususnya, Bandung, ketersediaan kamar hotel yang banyak. Kemudian, lanjut dia adanya PEO (professional event organizer), PCO (professional conference organizer), sampai dengan akses pelabuhan udara yang juga cukup banyak.
 
Sayangnya, kata Deni, sejauh ini, baik di Bandung maupun daerah Jabar lainnya belum tersedia gedung representatif bagi MICE internasional. Umpamanya, sebut dia, gedung yang berkapasitas 4.000 orang lebih, dan terakses kendaraan kendaraan truk besar.
 
Apabila mengacu pada sejarah MICE, Deni mengatakan, sebenarnya, Bandung menjadi kota pertama di Indonesia yang menyelenggarakan ajang berskala dunia. Adalah Konferensi Asia Afrika yang bergulir 1955. Namun, pasca KAA 1955, tidak pernah terdengar lagi even-even internasional di Bandung, seolah-olah.
 
Deni pun mengaku sangsi bahwa gedung konvensi internasional Jabar yang rencananya berdiri tepat di depan Gedung Sate, Jalan Dipenogoro Bandung, dapat termanfaatkan untuk ajang MICE internasional. Itu karena, terang dia, aksesnya tergolong sulit, utamanya, oleh kendaraan seukuran besar untuk mengangkut barang.
 
Dia mencontohkan, jika berlangsung pameran mesin tekstil internasional. “Apakah kendaraan besar pengangkut barang untuk acara itu dapat hilir mudik ke kawasan itu?” sahut Deni.
 
Lalu, daerah mana saja di Indonesia yang mengalami perkembangan MICE tinggi? Deni mengungkapkan, data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2012, terdapat beberapa kota yang perkembangan MICE-nya tinggi. Yaitu, ucapnya, Medan, Padang, dan Batam. “Bandung masuk 10 besar pertumbuhan MICE,” tuturnya. (ADR)

Komentar

komentar