Home » Ekonomi » Kota Bekasi Alami Inflasi Tertinggi

Kota Bekasi Alami Inflasi Tertinggi

 

Fluktuasi Inflasi

Fluktuasi Inflasi

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Terjadinya berbagai perkembangan, termasuk adanya beberapa momen, seperti Ramadhan dan Idul Fitri 2014, menjadi salah satu faktor terjadinya inflasi. Kondisi itu pun terjadi di Jawa Barat. “Pada Juli 2014, Jabar mengalami inflasi sebesar 0,86 persen,” ujar Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik Jabar, Dody Gunawan Yusuf, belum lama ini.

Dody mengatakan, di Jabar, pihaknya melakukan pemantauan indeks harga konsumen di 7 kota. Ke-7 kota yang jadi titik pemantauan itu, sebutnya, yaitu Bandung, Cirebon, Tasikmalaya, Bekasi, Bogor, Sukabumi, dan Depok.

Hasil pemantauan, kata Dody, Kota Bekasi menjadi titik yang mengalami inflasi tertinggi di Jabar, yaitu 1,05 persen. Sedangkan inflasi terendah, lanjut Dody, terjadi di Kota Sukabumi, yaitu 0,48 persen. Kota-kota lainnya, sahut Dody, yaitu Kota Depok sebesar 0,99 persen, Kota Tasikmalaya sejumlah 0,86 persen, Kota Bandung 0,74 persen, Kota Bogor sebanyak 0,69 persen, dan Kota Depok 0,53 persen.

Dody menjelaskan, ada beberapa faktor yang menjadi pemicu inflasi di Jabar. Antara lain, terjadinya kenaikan harga barang, jasa, dan bahan makanan. Adalah bahan makanan yang berkontribusi terbesar terjadinya inflasi, yaitu 1,96 persen. Terlebih, ucapnya, momen Ramadhan berlangsung Juli 2014.

Dody meneruskan, komoditi lain yang menjadi penyumbang inflasi di Jabar yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau. Inflasi pada kelompok itu, jelasnya,  sebesar 0,28 persen. Selanjutnya, tambah Dody, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sejumlah 0,48 persen.

“Selanjutnya, sandang sebesar 0,73 persen. Lalu, kelompok kesehatan sebesar 0,23 persen. Berikutnya, adalah kelompok pendidikan 0,23, dan serta kelompok transportasi, komunikasi, serta jasa keuangan 1,31 persen. (ADR)

Komentar

komentar