Home » Ekonomi » Heryawan Lepas 1.732 Tenaga Penyuluh Pertanian

Heryawan Lepas 1.732 Tenaga Penyuluh Pertanian

jabarprov.go.id

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengingatkan semua pihak untuk terus fokus mengakselerasi kemajuan pembangunan bidang ekonomi di Jawa Barat, khususnya sektor pertanian dalam arti luas (Tanaman Pangan, Holtikultura, Peternakan, Perkebunan, Perikanan dan Kehutanan). Tekad ini, dilandasi pertimbangan  potensi yang cukup besar, baik dilihat dari aspek sumber daya alam, sumber daya buatan maupun sumber daya manusia, juga dari kontribusi hasil pembangunan pertanian yang sangat signifikan mendorong perkembangan kemajuan perekonomian regional Jawa Barat.
”Karena itu, untuk lebih mengakselerasi peningkatan kesejahteraan masyarakat guna mendukung terciptanya masyarakat Jawa Barat yang mandiri, dinamis dan sejahtera, maka core bisnis bidang pengembangan pertanian, agar terus ditingkatkan, baik  aspek on farm maupun off farm  secara berkelanjutan. Untuk itu  pengembangan sumber daya manusia yang kompeten, khususnya terkait dengan penguatan kualitas dan kuantitas para penyuluh pertanian di lapangan,merupakan pendekatan strategis,” tegas Heryawan di Halaman Gedung Sate, Rabu (15/2) pagi, saat melepasTenaga Harian Lepas-Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL-TBPP) ProvinsiJawa Barat tahun 2012.
Menurut Heryawan tambahan THL-TBPP sebanyak 1.732 orang diharapkan mendorong akselerasi pembangunan di perdesaan. Dengan menempatkan para intelektual yang ahli di bidang pertanian akan semakin memperkuat pembangunan sektor pertanian dalam arti yang luas. “Para tenaga lapangan itu akan ditempatkan di desa-desa. Ini merupakan strategi dalam upaya memberikan penyuluhan, bimbingan dan pendampingan, para penyuluh pertanian juga berperan penting dalam proses transfer ilmu pengetahuan dan teknologi.
Lebih lanjut Heryawan menyatakan kebijakan itu sejalan dengan  arah pembangunan Jawa Barat saat ini. Dimana kebijakan diorientasikan pada pembangunan perdesaan dengan konsep “Desa Membangun”. Salah satunya yang mengembangkan peran intelektual di perdesaan, yaitu para individu yang berkiprah di desa sebagai guru, bidan desa, pamong desa dan juga para penyuluh. Diharapkan mereka mampu menjadi penggerak pembangunan desa di bidangnya masing-masing, “Khususnya paraTHL-TBPP agar mampu membantu para petani dalam aspek pemasaran, sehingga petani memiliki posisi tawar lebih, dan memperoleh nilai tambah yang memadai,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Gubernur juga meminta para penyuluh untuk bersungguh-sungguh menjalankan amanah yang mulia ini. Mudah-mudahan upaya dan langkah strategis ini mampu mendongkrak peningatan produksi pertanian di Jawa Barat. Sehingga ke depan Jawa Barat mampu lebih banyak berkontribusi dalam pengadaan pangan nasional. Khususnya dalam mendukung capaian target swasembada pangan nasional,seperti produksi beras, kedelai, daging dan produk perkebunan unggulan lainnya dapat tetap menjadi penyumbang terbesar sebanyak 3 juta ton dalam pencapaian target surplus nasional 10 juta ton di tahun 2014.

Komentar

komentar