Ekonomi Kreatif Sub Sektor Film Dapat Tampilkan Kepariwisataan Jabar

  • Whatsapp
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar Dedi Taufik, saat peluncuran Ekraf Film Festival 2020 dan Webinar ‘Bercerita Melalui Bahasa dan Visual, Rabu (15/7/2020). (foto: humas jabar)

JABARTODAY.COM – BANDUNG Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat Dedi Taufik mengatakan, ekonomi kreatif sub sektor film dapat menampilkan potensi-potensi kepariwisataan Jabar. Apalagi, pada 2017, tercatat jumlah pelaku ekraf sub sektor film, animasi, dan video mencapai 1.000 komunitas.

“Saya inginkan kedepan di Jawa Barat ada pengembangan industri kreatif, terutama terhadap perfilman yang dikemas dalam tempat-tempat destinasi wisata yang memang menjadi unggulan di Jawa Barat,” kata Dedi, Rabu (15/7/2020).

Menurut Dedi, Ekraf Film Festival 2020 bertujuan memfasilitasi pelaku ekraf untuk bangkit dan memulihkan ekonomi pada masa adaptasi kebiasaan baru (AKB). Dia berharap, film-film yang dihasilkan dapat mengedukasi masyarakat untuk terus berkarya di tengah pandemi.

“Ekraf merupakan suatu konsep di era ekonomi baru yang mengedepankan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dan pengetahuan dari sumber daya manusia (SDM) sebagai faktor produksi utama,” ucapnya.

Peluncuran Ekraf Film Festival 2020 disertai dengan Webinar dengan tema Bercerita Melalui Bahasa Visual Audio. Pegiat film Tony Trimarsanto dalam Webinar tersebut mengatakan, pandemi Covid-19 menuntut pelaku ekraf sub sektor film untuk berinovasi dan beradaptasi.

Baca Juga

“Pandemi menjadi ruang pembelajaran bagi kami. Temuan-temuan baru di kondisi seperti ini akan menjadi hal baru di sub sektor film pada masa yang akan datang,” imbuh Tony.

Tony berharap, akan ada hal baru yang dapat dieksploitasi oleh pelaku ekraf sub sektor film Jabar dalam berkarya, mengingat ada batasan-batasan selama AKB.

“Kita akan melihat kejutan-kejutan dari Ekraf Film Festival 2020,” pungkasnya.

Ekraf Film Festival 2020 diselengarakan guna menggerakkan sub sektor film oleh Pemerintah Provinsi Jabar. Gelaran tersebut diharapkan memantik gairah pelaku ekraf untuk kembali berkarya. (*)

Related posts