Dua Tahun, Indramayu Titik Peredaran Upal Tertinggi di Jabar

jabartoday.com/net
JABARTODAY.COM – BANDUNG — Masyarakat wajib meningkatkan kehati-hatian dan kewaspadaannya berkenaan dengan peredaram uang palsu (palsu). Di Jabar, dalam dua tahun terakhir, yaitu periode 2015-2016, sebanyak 18.007 lembar upal beredar di tatar Paaundan.
“Secara nasional, dalam setiap 1 juta lembar, terdapat 6 lembar uang palsu,” tandas  Kepala Divisi Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah (PUR) Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Jabar, Mikael Budi Satrio, kepada sejumlah wartawan belum lama ini.
Mikael meneruskan, di Jabar, titik penyebaran upal adalah Kabupaten Indramayu, yaitu mencapai 5.433 lembar. Terbanyak berikutnya, kata Mikael, adalah Kabupaten Sukabumi sejumlah 3.159 lembar. “Lalu, Kota Bandung sebanyaj 1.874 lembar, Kabupaten Garut sejumlah 1.926 lembar, dan Kabupaten Cianjur sebesar 1.598 lembar,” tuturnya.
Melihat hal itu, tegasnya, pihaknya terus melakukan berbagai upaya antisipasi peredaran upal. Satu di antaranya, seru Mikael, pihaknya meningkatkan kolaborasi dengan jajaran kepolisian, kejaksaan, dan kehakiman. “Misalnya, menyosialisasikan ancaman dan bahaya peredaran uang palsu kepada masyarakat.
Soal sanksi bagi pelaku peredaran upal, Mikael menegaskan, pihaknya ingin hukuman yang lebih berat supaya menimbulkan efek jera. Saat ini, kata Mikael, hukuman bagi pembuat dan pengedar upal tergolong ringan, yaitu 4-8 tahun atau maksimal 10 tahun. “Kami ingin sanksinya sangat maksimal dan seberat-beratnya. Setidaknya, minimal selama 10 tahun. Itu supaya ada efek jera,” tutup Mikael.  (win) 

Related posts