Disiplinkan Warga, Tim Gabungan Bakal Sisir Kota Bandung

Razia Prokes Bandung

JABARTODAY.COM, BANDUNG — Tim Gabungan dari Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Bandung bakal menyisir Kota Bandung untuk mendisiplan warga dalam menaati protokol kesehatan.

GTPP akan semakin tegas menindak pelanggaran protokol kesehatan, termasuk membubarkan kerumunan orang di ruang publik.

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung bersama Kodim 0618/BS dan Polrestabes Bandung mulai bergerak Rabu (16/9/2020) malam.

Tim gabungan menyisir sejumlah ruas jalan yang biasa dimanfaatkan warga untuk berkumpul. Di antaranya, Jalan Asia-afrika, Braga, Ir. H. Juanda dan Jalan Dipatiukur.

Baca Juga

Hasilnya, tim gabungan menemukan banyak warga yang berkerumun bahkan tidak menggunakan masker.

Warga yang terjaring langsung diberikan sanksi. Mulai dari push up hingga menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Menurut Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantribum) Satpol PP Kota Bandung, Taspen Efendi, tindakan ini sesuai dengan Peraturan Wali Kota Bandung (Perwal) No 46 tentang Pedoman Pelaksanaan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) Dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Desease 2019 (Covid-19).

Terlebih, saat ini Kota Bandung telah menetapkan masa AKB yang diperketat. Oleh karenanya, petugas akan memberikan sanksi tingkat sedang untuk para pelanggar protokol kesehatan.

“Kami mengimbau serta memohon kerja sama warga Kota Bandung untuk melaksanakan 3M yaitu menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga Jarak serta tidak berkerumun,” ujarnya.

Tim gabungan juga memastikan akan memberikan sanksi tegas kepada para pengusaha yang melanggar jam operasional.

“Jika ada restoran, cafe, atau mini market yang melanggar jam operasional, akan kita sanksi tegas. Mulai dari penyegelan hingga pencabutan izin usaha,” ancam Taspen.

Menurutnya, kegiatan penegakan disiplin ini akan berlangsung selama 14 hari. Tim gabungan terdiri dari dua kelompok.

“Kita akan terus menyisir titik-titik yang berpotensi adanya kerumuman warga. Oleh karenanya, kami berharap, warga tidak berkerumun dan tetap disiplin menggunakan masker,” kata Taspen. (JT/Humas Bandung)

 

Related posts