Disebut Kota Termacet, Dishub: Kita Punya Obatnya

Kemacetan di salah satu ruas jalan. (DOK JABARTODAY.COM)
Kemacetan di salah satu ruas jalan. (DOK JABARTODAY.COM)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Dinas Perhubungan Kota Bandung menanggapi santai atas disebutnya Bandung sebagai kota termacet ketiga di Indonesia setelah Bogor dan DKI Jakarta. Menurut Kepala Dishub Kota Bandung Ricky Gustiadi, pihaknya sudah menyiapkan program untuk menyelesaikan masalah tersebut ditambah pemerintah pusat telah mengapresiasi kinerja Pemerintah Kota Bandung dengan memberikan penghargaan Wahana Tata Nugraha untuk kategori metropolitan.

“Itu apresiasi dari pemerintah pusat kepada Pemerintah Kota Bandung untuk segera menyelesaikan masalah kemacetan. Urban Mobility Project sudah diaspirasi pemerintah pusat dengan memberikan penghargaan WTN dan menjadi juara nasional,” tukas Ricky, di Graha Manggala Siliwangi, Rabu (22/10/2014).

Ricky berpendapat dengan terlaksananya program yang dicanangkan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil tersebut, problem kemacetan di Kota Kembang akan teratasi. Kebijakan publik pengalihan pengguna mobil ke transportasi publik, dinilai dirinya, akan berjalan lancar. “Dengan catatan, public transport harus direformasi dan diperbaiki dulu pelayanannya, baik quality maupun quantity-nya,” tegasnya.

Dirinya mengklaim, kepadatan arus lalu lintas Kota Kembang masih dalam taraf normal. Namun dirinya tidak memungkiri, bila pada jam sibuk, seperti pagi hari saat orang pergi bekerja atau sekolah, akan terjadi kepadatan yang cukup tinggi. Belum lagi pada akhir pekan, datangnya masyarakat dari luar Kota Bandung membuat jumlah kendaraan semakin banyak. “Orang lihat itu kemacetan. Padahal di jam biasa atau hari biasa tidak terlalu padat,” kilah Ricky.

Bila nantinya semua berjalan sesuai rencana, dipaparkan Ricky, otomatis kebijakan manajemen akan mengikuti, diantaranya pembuatan jalan tol dalam kota, pembukaan Gerbang Tol 149, pembangunan jalan di wilayah Gedebage, Electronic Road Pricing, serta pembangunan gedung parkir. Itu belum ditambah pengadaan transportasi massal, seperti monorel. “Itu solusi untuk menyelesaikan (kemacetan). Jadi bila ada masalah, kita telah siapkan obat mujarabnya,” tandas Ricky.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan merilis beberapa kota termacet atau lalu lintas terpadat di Indonesia. Peringkat teratas ditempati Kota Bogor, disusul DKI Jakarta dan Kota Bandung. (VIL)

Related posts