Friday , 15 November 2019
Home » Persib Bandung » Dino: ISL Musim Depan Berat

Dino: ISL Musim Depan Berat

(baritomania)

JABARTODAY.COM – BANDUNG Berakhirnya konflik sepakbola nasional usai bersatunya PSSI dan KPSI pasca Kongres Luar Biasa yang diselenggarakan, Minggu (17/3), memunculkan beberapa kesepakatan, salah satunya adalah peleburan Indonesia Super League dan Indonesia Premier League menjadi satu kompetisi pada 2014 mendatang.

Tahun depan direncanakan ISL akan kedatangan 4 klub dari IPL, sehingga klub yang bertanding menjadi 22 klub dan otomatis jumlah pertandingan bertambah. Berarti musim depan, masing-masing klub akan memainkan 42 pertandingan dengan sistem home-away.

Pelatih Fisik Persib Bandung Dino Sefriyanto menyebut musim depan akan lebih berat, karena sistem geografis Indonesia yang luas.

“Dengan sistem geografis Indonesia yang jauh, tidak seperti Eropa, artinya ada 21 home, 21 away. Tapi yang jelas musim nanti jadi lebih berat,” ujar Dino, saat ditemui, Selasa (19/3).

Dino berpendapat dari segi budget akan lebih besar, belum lagi teknis masalah fisik. Dengan banyaknya pertandingan, kata Dino, power pemain harus naik dibanding sekarang. “Strenght otot harus oke, kekuatan daya tahan oke, artinya V02max harus diatas rata-rata,” tegasnya.

Di Persib sendiri, pemain yang memiliki VO2max tertinggi adalah bek asal Suriah Nasser Al Sebai dengan 57 disusul striker asal Kamerun Dzumafo Herman Epandi dengan 53. Meski begitu, dirinya tetap mengkritisi level fitness para pemain asing. “Saya mengharapkan tahun depan sudah ada standar regulasi pemain asing yang masuk Indonesia. “Pemain asing harus punya fisik bagus di atas 60, percuma skill bagus tapi lemah,” ucapnya.

Itu juga berlaku bagi para pemain lokal. Apalagi, imbuh Dino, kalau ingin memiliki tim nasional bertaraf  Piala Dunia, harus memiliki VO2max di atas 60. Untuk diketahui, VO2max paling rendah bagi pemain dunia adalah 62, sedangkan di Indonesia belum ada yang mencapai angka itu.

“Persiapan kompetisi liga itu 2-3 bulan cukup, tapi levelnya harus sudah tinggi sejak U-21. Kita harus maju seperti Korea atau Jepang,” tandasnya. (VIL)