Diduga Langgar Tahapan Pilgub, Paten Laporkan Aher ke Panwaslu

  • Whatsapp

JABARTODAY.COM – BANDUNG Tim Pemenangan pasangan Calon Gubernur Jawa Barat Rieke Dyah Pitaloka-Teten Masduki (PATEN) menyampaikan protes keras terhadap Calon Gubernur petahana Ahmad Heryawan terkait pertemuannya dengan 320 kuwu (kepala desa) di Kabupaten Cirebon, dalam acara Silaturahmi Kuwu se-Kabupaten Cirebon yang berlangsung di Desa Semplo, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, Rabu (26/12).

Tim PATEN menilai, Aher diduga kuat telah melanggar kesepakatan bersama, terkait sosialisasi para calon selama masa jeda 47 hari. “Kami menyampaikan protes keras. Pertama, terkait dengan pilgub, di mana Aher dengan sengaja melanggar tahapan pilgub karena telah mengundang orang, dalam hal ini para kuwu, dan mengajak untuk memilihnya di Pilgub 2013 nanti,” ungkap juru bicara yang juga Sekretaris Tim Pemenangan PATEN, Abdy Yuhana, di kantor DPD PDIP Jabar, Kamis (27/12).

Selain itu, dugaan pelanggaran yang dilakukan Aher adalah menggunakan anggaran pemerintah untuk kepentingan politiknya. Berdasarkan laporan dari tim pemenangan PATEN, termasuk informasi dari media massa, dalam acara itu Aher menyampaikan akan memberikan uang senilai Rp 100 juta kepada setiap di desa di Jabar, yang berjumlah 5.304.

“Pemberian uang itu kan jelas berbau kepentingan politik untuk pilgub, walaupun diklaim sebagai program Pemprov Jabar. Oleh karenanya, kami meminta Panwaslu (Panitia Pengawas Pemilu) Jabar untuk segera mengambil langkah agar tercipta Pilkada yang jurdil (jujur dan adil),” tegasnya.

Beberapa waktu lalu semua tim pemenangan calon telah bersepakat dengan Komisi Pemilihan Umum Jabar soal aturan sosialisasi 47 hari yang terhitung sejak penetapan calon sampai sehari sebelum masa kampanye. Lalu didapat kesepakatan, di mana dalam masa jeda itu tiap calon boleh melakukan sosialisasi, asalkan tidak melakukannya dengan mengandung tiga unsur kampanye sekaligus.

Dalam kesepakatan itu, calon boleh mengundang orang, tapi tidak lebih dari 10 orang, tidak boleh mengajak untuk mendukung dan tidak boleh menyampaikan visi misi sebagai calon. Sementara Aher, disebut Abdy, jelas-jelas melakukan ketiga unsur itu dalam pertemuan dengan para kuwu.  “Dalam acara itu ada kata-kata, ‘saya minta dukungan untuk memenangkan 70% di Kabupaten Cirebon‘. Lalu, lontaran kata-kata ‘saya maju untuk menang‘, itu sudah mengandung unsur visi misi. Dan ada lagi lontaran kata ‘optimis rakyat memilih saya‘, itu jelas ada unsur kampanye,” keluh pria yang juga berprofesi pengacara itu.

Dikatakannya, atas temuan itu, pihaknya sudah melaporkannya ke Panwalu Jabar. “Tadi malam (Rabu 26/12) dan tadi pagi kami sudah laporkan secara lisan ke Panwaslu. Dan secara resmi, besok dengan laporan tertulis kami laporkan berikut alat bukti hukumnya ke Panwaslu,” imbuhnya. (AVILA DWIPUTRA)

Related posts