Di Bandung, Tiap Hari Raib 3 Motor

  • Whatsapp
Pencurian kendaraan bermotor.

JABARTODAY.COM – BANDUNG

 

Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) menduduki peringkat pertama dalam laporan akhir tahun tingkat kriminalitas selama tahun 2012 di wilayah hukum Polrestabes Bandung. Jumlah kasus curanmor sendiri mencapai 1195 kejadian pada tahun 2012, meningkat sebanyak 6,22% dari tahun sebelumnya, yaitu sebanyak 1125 kejadian. Bila dihitung secara matematis, masyarakat di wilayah Bandung kehilangan 3 unit kendaraan bermotor dalam sehari.

 

Kapolrestabes Bandung Komisaris Besar Abdul Rakhman Baso mengatakan tingginya tingkat kriminalitas untuk kasus pencurian kendaraan bermotor, lantaran mempunyai nilai jual ekonomis di pasaran. “Curanmor mempunyai nilai ekonomis karena kendaraan sendiri dapat cepat terjual, apalagi bila dipreteli atau dipecah, sehingga menjadi primadona para penjahat beraksi,” ungkapnya saat jumpa pers di Mapolrestabes Bandung, Sabtu (29/12).

 

Fakta menarik, seperti dikemukakan Rakhman, adalah para pelaku kebanyakan berasal dari luar Bandung. “Selain itupun ada modus baru, yaitu melakukan kredit motor terus tidak bisa bayar, tapi orangnya bilang hilang,” paparnya.

 

Rakhman menyebutkan, dari hasil data setahun, wilayah hukum Polsek Sumur Bandung menduduki wilayah pertama dengan tingkat kriminal tinggi, yakni 555 kasus kriminal. Disusul Polsek Bandung Wetan 489 kasus, Polsek Lengkong dengan 374 kasus, Polsek Regol dengan 364 kasus, serta Polsek Cicendo 330 kasus.

 

“Namun ada juga Polsek dengan tingkat kriminalitas rendah seperi, Polsek Cinambo dengan 32 kasus, Polsek Bandung Kidul 60 kasus, Polsek Cibiru dengan 87 kasus, Polsek Rancasari dengan 93 kasus, dan Polsek Cidadap dengan 95 kasus,” bebernya.

 

Rawan atau tidaknya kasus, menurut Rakhman, dikarenakan kurangnya pengawasan dari pribadi masing-masing masyarakat. Maka itu, untuk keamanan dan ketertiban perlu kerjasama dari seluruh pihak. Dirinya juga meminta agar masyarakat menjadi polisi bagi dirinya sendiri.

 

“Kita sebagai aparat berupaya memberikan pelayanan yang terbaik dan akan ditingkatkan kembali. Namun kita perlu kerjasama diantara seluruh pihak, terutama masyarakat, agar bisa meminimalisir agar tidak terjadi tindak kejahatan, seperti parkir kendaraan jangan di tempat sepi, kemudian digembok dan sebagainya. Hal seperti itu merupakan pencegahan dini dari tindak kriminalitas,” imbaunya. (AVILA DWIPUTRA)

Berita Terkait