Dewan Minta Operasi Pasar Murah Tepat Sasaran

  • Whatsapp
Anggota Komisi B DPRD Kota Bandung, Christian Julianto

JABARTODAY.COM – BANDUNG Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Perdagangan Perindustrian  menggelar Pasar Murah untuk membantu warga imbas kenaikan harga minyak goreng.

Kegiatan tersebut diapresiasi anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bandung, Christian Julianto. Legislator Partai Solidaritas Indonesia mengatakan, pelaksanaan Pasar Murah

yang menjual minyak goreng kemasan seharga Rp 14 ribu per liter di Taman Dewi Sartika, Balai Kota Bandung, Kamis 13 Januari 2022, sangat membantu warga di mana dengan harga bersubsidi kedepan bisa dibuat dalam skala lebih besar atau frekuensinya diperbanyak.

“Saya selaku wakil rakyat menyambut baik adanya Pasar Murah, dan tentu sangat membantu warga dengan harga murah dari harga pasar,” ujar Christian, di Gedung DPRD Kota Bandung, Jumat (14/1/2022).

Menurut Christian yang juga Ketua Fraksi PSI-PKB DPRD Kota Bandung ini, langkah Disdagin Kota Bandung yang berkolaborasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat dalam melakukan operasi pasar minyak goreng, sudah sangat tepat. Karena, di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini warga dalam beraktivitas dibatasi dan tetap harus menjalankan protokol kesehatan, sehingga dalam memenuhi kebutuhan dapat terkendali.

Baca Juga

“Harga minyak goreng yang mencapai Rp 20 ribu per liter jelas membebani masyarakat, terutama pelaku usaha mikro dan rumah tangga. Harapannya operasi pasar ini juga bisa tepat sasaran agar pembelinya adalah yang sangat membutuhkan subsidi,” ujar Chris.

Wakil Rakyat dari Daerah Pemilihan Dapil Bandung I ini berharap pasar murah dengan harga terjangkau masyarakat dalam suasana pandemi Covid-19, dapat mengurangi beban hidup masyarakat.

“Saya berharap masyarakat ditengah keprihatinan, di mana sedang terjadi pandemi, bisa terbantu,” tukasnya.

Untuk diketahui, Disdagin mendistribusikan 7.200 liter minyak goreng bersubsidi seharga Rp 14 ribu per liter untuk warga Kota Bandung. Secara keseluruhan di Jawa Barat, dialokasikan 240 ribu liter minyak.

Mengenai adanya 1,2 miliar liter minyak yang akan didistribukan Kementerian Perdagangan, Chris menyambut baik hal tersebut. Dia berharap kebijakan tersebut bisa membuat harga minyak kembali turun dan mendekati HET di Rp 11 ribu per liter.

“Semoga langkah ini dapat segera terealisasi dan dapat dirasakan masyarakat. Minyak goreng kan termasuk pangan strategis ya, jadi pemerintah pusat dan daerah harus bekerja sama agar dapat kembali normal,” pungkas Chris. (*)

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *