Thursday , 21 November 2019
Home » Bandung Raya » Dewan Belum Terima Laporan Pembangunan Terminal Terpadu

Dewan Belum Terima Laporan Pembangunan Terminal Terpadu

 

(GAMBAR ILUSTRASI: ISTIMEWA)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Anggota Komisi C DPRD Kota Bandung Agus Gunawan mengaku belum menerima laporan dari Pemkot Bandung terkait rencana pembangunan Terminal Terpadu Gedebage. “Harusnya ada laporan atau pemberitahuan dulu, soal rencana pembangunan terminal terpadu kepada dewan,” ujar Agus, saat ditemui di Ruang Komisi C DPRD Kota Bandung, Jalan Aceh, Jumat (5/10).

Menurutnya, komunikasi antara Pemkot Bandung, dalam hal ini Dinas Perhubungan, dengan pihak dewan harus ada. Terlebih, untuk kebaikan bersama dalam melayani warga Kota Bandung.

Terminal yang digadang-gadang menjadi solusi untuk menertibkan kemacetan serta keselarasan infrastruktur yang baik ini, dikatakan Agus, lebih baik jika dikonsep terlebih dahulu dengan melibatkan dewan, salah satunya berkomunikasi lebih intens.

“Membuat terminal terpadu dengan melepas Terminal Cicaheum dan Leuwipanjang ini harus ada anggarannya. Nanti soal anggaran, kita juga yang bakal membahasnya,” jelasnya.

Namun demikian, Agus menyetujui rencana Pemkot Bandung untuk membangun terminal terpadu ini. “Karena dengan adanya terminal terpadu ini bisa mengurai kemacetan, serta membuat akses jalan lebih lancar,” paparnya.

Dengan melibatkan investor atau pihak ketiga dalam pembangunan terminal terpadu ini, diharapkan Agus, tidak sama nasibnya dengan keadaan Trans Metro Bandung (TMB). “Kita tidak mau terulang kembali, seperti pada kasus pihak ketiga dalam pengelolaan TMB. Pihak ketiga bagi terminal terpadu harus lebih baik,” harapnya.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Kota Bandung, Edi Siswadi, menyatakan, tidak hanya penyediaan sarana angkutan massal yang bisa mengangkut orang dan barang secara maksimal, tetapi ketersediaan terminal yang dapat mengatur arus kendaraan umum secara efisien pula.

Dari data yang ada, secara faktual Kota Bandung memiliki panjang total jalan baru mencapai 1.236,48 kil-ometer atau 4,9% dari total luas wilayah. Kondisi itu, menurut Edi, masih jauh dari proporsi ideal yang berkisar antara 15-20%.

“Kepadatan juga terjadi oleh arus keluar-masuk ke Kota Bandung dengan rata-rata masuk melalui pintu tol tahun 2011 sebanyak 15.572/hari dan kendaraan yang keluar melalui pintu yang sama mencapai 12.466/hari,” imbuh Edi.

Jumlah kendaraan bermotor hingga tahun 2010 di Bandung mencapai 1,2 juta. Dengan rincian 859.411 kendaraan roda dua dan 356.714 kendaraan roda empat atau lebih. Ditambah tingkat pertumbuhan sejak 2003 hingga tahun 2010 sebesar 11%. (AVILA DWIPUTRA)