Dede Nostalgia Naik Angkot

  • Whatsapp
Calon Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf bernostalgia sambil meninjau kondisi angkutan kota di Bogor, Jumat (15/2).

JABARTODAY.COM – BOGOR

Calon Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf memanfaatkan kampanye hari ke-7 dengan mendatangi para supir angkutan kota yang mangkal di Ciawi, Bogor. Salah satu calon petahana ini pada Jumat (15/2) meninjau langsung kondisi angkot yang selama ini menjadi momok bagi penumpang perempuan atas banyaknya kasus perkosaan.

“Saya ingin mendapat informasi langsung dari supir angkot tentang berbagai masalah, terutama kenyamanan penumpang,” kata Dede.

Dalam kesempatan itu, Dede bersama istri tercinta, Sendy Ramania Wurandary, serta sang ibunda, Rahayu Effendi, menjajal nikmatnya naik angkot. “Selain menjajal langsung kenyamanan naik angkot, saya dan istri nostalgia. Dulu saat masa pacaran sering naik angkot di Bogor,” ungkapnya.

Dede juga meminta setiap kaca angkot lebih terang agar dapat terlihat dari luar. Hal itu untuk menjaga kenyaman dan keamanan penumpang dari tindak kejahatan. “Saya juga usul di setiap angkot ada tombol panik yang jika ditekan ada bunyi sirine. Ini untuk antisipasi kejahatan,” ucapnya.

Turun dari angkot, Dede dan Sendy mampir ke terminal tas Tajur. Di pusat kerajinan produk lokal itu, Dede membeli sejumlah tas. “Waktu masih kuliah saya dan istri sering melintas di sini. Dulu belum banyak sentra produk lokal. Alhamdulillah sekarang sudah banyak,” imbuh mantan aktor laga tersebut.

Sebelumnya, mantan anggota DPR RI itu, sempat berbelanja sayuran di pasar tradisonal Ciawi. Sayuran yang dibeli hasil dari pertanian sekitar Bogor. “Bogor ini pusat penghasilan sayuran dan buah-buahan. Sebagian besar sayuran dan buah untuk Jakarta dipasok dari Bogor. Nah ini potensi ekonomi yang harus dikembangkan. Kalau perlu mendirikan BUMD yang khusus menangani produk pertanian di Bogor,” paparnya.

Disinggung semakin macetnya kawasan puncak, terutama saat akhir pekan, Dede menyebut, jalan keluarnya adalah memecah sentra-sentra ekonomi rakyat. Ia mencontohkan, sentra ekonomi baru berada di daerah Jonggol dan sekitarnya. “Jadi sentra ekonomi rakyat tidak menumpuk di kawasan puncak yang sudah padat,” tandasnya. (AVILA DWIPUTRA)

Related posts