Deddy Mizwar Kritik Gedung Kesenian di Jabar

Calon Wakil Gubernur Jawa Barat yang juga aktor senior Deddy Mizwar, berkeliling Kabupaten Subang, Jumat (2/2). Dalam kesempatan itu, seniman Padepokan Seni Budaya Yat Barasat, Asep Heulang, mengeluhkan maraknya pembajakan.

JABARTODAY.COM – SUBANG

Kondisi kesenian tradisional Sunda saat ini dinilai sungguh memprihatinkan. Selain mulai ditinggalkan masyarakat, juga kurang mendapat dukungan sarana memadai untuk pengembangannya.

“Sangat membahayakan jika sampai terjadi krisis budaya di masyarakat,” ujar Asep Heulang, seniman dari Padepokan Barasat Subang, saat bersilaturahmi dengan Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, di Karanganyar, Kabupaten Subang, Jumat (1/2).

Menurut Asep, kini masyarakat kurang peduli terhadap budaya sendiri yang bernilai tinggi. “Baru sadar budaya kita tinggi setelah diklaim negara lain,” ujarnya dalam acara yang diprakarsai relawan Pendukung Ahmad Heryawan —Deddy Mizwar (PADI) Kabupaten Subang itu.

Selain itu, para seniman juga sulit mengembangkan hasil karya keseniannya karena pembajakan merajalela. Akibatnya, kesenian tradisional sulit untuk dijadikan sebuah industri yang memberikan keuntungan ekonomi bagi para senimannya. Hambatan lain untuk mengembangkan kesenian tradisional, menurut Asep, juga minimnya dukungan pemerintah. Terutama dalam bentuk penyediaan sarana yang memadai untuk seniman berkreasi. Belum lagi pembiaran pembajakan karya seni.

Karena itu, Asep meminta komitmen dan dukungan Deddy Mizwar, jika nanti terpilih mendampingi Ahmad Heryawan memimpin Jabar, untuk mengembangkan kebudayaan dan kesenian Sunda. Antara lain dengan menyediakan fasilitas yang bisa dijadikan para seniman berkreasi, serta memberantas pembajakan.

Sementara itu, Mizwar mengakui keluhan yang sama juga diungkapkan para seniman di daerah lain di Jabar. Hal ini terjadi karena memang belum ada perhatian khusus dari pemerintah.

“Insya Allah, jika kami dipercaya oleh masyarakat Jawa Barat menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur, akan ada pusat kebudayaan dan kesenian di setiap kabupaten/kota,” ujarnya.

Dari kunjungannya ke sejumlah daerah di Jabar selama dua bulan terakhir, menurut pemeran Naga Bonar itu, ada daerah seperti Indramayu yang memiliki gedung kesenian. Namun, kondisinya menyedihkan dan tak layak untuk dijadikan tempat bagi para seniman menampilkan karyanya.

Menurut Mizwar, tidak satu pun daerah di Jabar yang memiliki pusat kebudayaan dan kesenian. “Yang ada, kondisinya menyedihkan dan tidak layak untuk dijadikan pusat kesenian dan kebudayaan,” ujarnya.

Padahal, ia menambahkan, Jabar merupakan daerah yang sangat kaya dengan kebudayaan. Bahkan, bisa menjadi pusat pengembangan kebudayaan di Indonesia. Selain masyarakatnya sangat kreatif, penduduknya terbanyak di Indonesia, mencapai 45 juta jiwa, yang merupakan potensi luar biasa. (AVILA DWIPUTRA)

Related posts