China Tertarik Relokasi Industri Tekstil ke Jabar

Perajin membatik menggunakan canting. Pemerintah China tertarik memindahkan pabriknya di Jabar. (DOK. JABARTODAY)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Meroketnya upah pekerja di China mendorong Pemerintah China untuk merelokasi sejumlah industrinya ke Jawa Barat. Salah satunya industri tekstil yang rencananya akan dilakukan dalam waktu dekat. China juga tertarik untuk menanamkan modalnya dalam pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati dan pembangunan sejumlah ruas jalan tol.

Duta Besar China untuk Indonesia Liu Jianchao mengungkapkan hal itu ditemui usai courtesy call YM bersama Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan di Gedung Sate, Jalan Diponegoro 22 Bandung, Jumat (20/7). “Kami melihat potensi besar di Indonesia, khususnya Provinsi Jawa Barat. Di sini banyak proyek infrastruktur,” kata Liu.

Saat ini China telah menggelontorkan investasi untuk sejumlah proyek pembangunan di Provinsi Jabar, seperti Waduk Jatigede, Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu), dan industri tekstil dan produk tekstil (TPT). Liu menilai pembangunan infrastruktur berupa jalan tol sangat diperlukan untuk mempercepat perekonomian. Tol, imbuh dia, sangat penting sebagai jalur distribusi komoditas.

Di tempat yang sama, Kepala Badan Koordinasi Promosi dan Penanaman Modal Daerah (BKPPMD) Jabar Agus Gustiar mengungkapkan adanya ketertarikan lebih jauh mengenai relokasi kawasan industri tekstil dari China ke Jawa Barat. Meski investor memiliki kewenangan untuk memilih lokasi, Agus mengaku sudah mengajukan beberapa tempat sebagai kawasan baru tekstil China tersebut.

“Industri yang akan direlokasi bergerak dari hulu hingga hilir. Nilai investasinya sangat besar. Sebelumnya, mereka menginginkan adanya kenyamanan dan keamanan dalam berinvestasi. Selain jaminan keamanan, pemerintah China juga berharap adanya jaminan upah,” kata Agus.

Soal upah ini, Agus menekankan saat ini upah pekerja di China sudah sangat mahal. Karena itu, mereka memilih untuk merelokasi ke daerah yang diperkirakan upahnya lebih murah dari China. Agus memperkirakan industri tekstil China tersebut mampu menyerap hingga 4.000 tenaga kerja.

Melihat pertimbangan tersebut, Agus mengaku sudah menawarkan KBB sebagai salah satu basis industri tekstil China. Salah satu pertimbangannya, KBB sudah terhubung dengan jalan tol Purbaleunyi sebagai jalur distribusi.(NJP)

Related posts