Caddy dan Karyawan Arcamanik Endah Golf Tuntut Pesangon Layak

  • Whatsapp

JABARTODAY.COM – BANDUNG Ratusan karyawan dan caddy Arcamanik Endah Golf, melakukan aksi unjuk rasa, Rabu (2/1). Unjuk rasa dipicu oleh ketidak-jelasan nasib mereka setelah bekerja puluhan tahun di padang golf tersebut.

Perwakilan karyawan, yang juga Koordinator Caddy Arcamanik Endah Golf, Dede Rustam (55), mengatakan, 90 orang karyawan dan 132 caddy ini menuntut pihak pengelola lapangan golf tersebut untuk memberikan uang pesangon yang layak, sesuai dengan peraturan pemerintah. Bukan ala kadarnya, seperti keinginan pengelola baru.

“Mereka hanya menjanjikan kami dua bulan gaji saja. Padahal, masa kerja kami yang karyawan dan caddy ini rata-rata sudah puluhan tahun. Selain itu, pengelola yang baru hanya akan mempekerjakan kembali caddy lama  sebanyak 30 persen saja. Yang 30 persen ini pun hanya dipekerjakan selama lima bulan,” kata Dede.

Mengetahui hal ini, para karyawan dan caddy menuntut pihak PT Pakar Indah sebagai pengelola baru lapangan golf tersebut, memberikan uang kadeudeuh kepada para caddy dengan layak. Meskipun, para caddy tidak berstatus karyawan, loyalitas selama puluhan tahun tetap harus dihargai. “Tanpa ada caddy lapangan golf dimana pun juga tetap saja tidak akan berjalan, begitu juga dengan karyawan, itu artinya semuanya  saling membutuhkan. Wajar kalau diberikan penghargaan yang layak,” tuturnya.

Merunut awal mencuatnya masalah ini, seperti diutarakan Dede, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam hal ini Dinas Pemuda dan Olahraga yang selama ini mengelola lapangan golf sejak 1995 lalu. Namun, terhitung 1 Januari 2013 kemarin, Disorda  menyerahkan pengelolaannya kepada pihak ketiga, yakni PT Pakar Indah. Pengelolaan lapangan golf oleh PT Pakar Indah ini akan berlangsung selama 30 tahun ke depan.

“Nah sejak 1 Januari kemarin, PT Pakar Indah ini selama dua minggu menghentikan operasional lapangan. Mereka mengatakan akan melakukan pembenahan, otomatis kami nganggur, apalagi untuk para caddy, mereka kan dibayar sama tamu kalau yang main golf. Tapi kalau tutup yang mereka tidak punya penghasilan,” tandasnya. (AVILA DWIPUTRA)

Related posts