Bus Gratis Diharap Angkat Perekonomian Pariwisata Jabar

Suasana di Floating Market, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Senin (13/12/2021). (jabartoday/avila dwiputra)

JABARTODAY.COM – BANDUNG Pengelola Floating Market, Lembang, Kabupaten Bandung Barat menyambut baik program Dinas Perhubungan Jawa Barat, yang mengatur serta menyediakan bus pariwisata gratis bagi masyarakat ke beberapa objek wisata di Jawa Barat.

Marketing dan Informasi Floating Market, Mona mengakui, pandemi Covid-19 yang berlangsung hampir dua tahun, cukup memukul sektor pariwisata. Dengan adanya program tersebut, diharapkan dapat mengangkat kembali ekonomi sektor pariwisata, baik destinasi wisata maupun moda angkutan pariwisata salah satunya bus pariwisata.

Read More

“Alhamdullilah, ada program begini kita ada peningkatan kunjungan juga. Jadi saling membantu, kayak bus-bus (pariwisata) sudah meningkat juga,” ungkap Mona, di Floating Market, Senin (13/12/2021).

Mona tak menyangkal, meski saat ini kondisi sudah lebih membaik, namun dukungan pemerintah untuk kembali menstabilkan perputaran ekonomi di sektor pariwisata sangat dinantikan.

“Kita tetap mengedepankan protokol kesehatan. Kalau yang datang ke kita, tunjukkan surat vaksin dulu. Gunakan masker, terus cuci tangan dan lainnya, sesuai dengan protokol kesehatan yang ada saat ini,” tegas Mona.

Pada kesempatan yang sama, PIC program bus pariwisata gratis Dishub Jabar, Tata Bina Udin menyatakan, bila animo masyarakat mengikuti program tersebut sangat tinggi. Pihaknya cukup kewalahan dengan pendaftaran yang membludak.

“Animo cukup tinggi, kami sudah kewalahan juga. Harapan masyarakat bisa lebih, tapi karena keterbatasan kita. Tahun ini 36 bus dari 12 PO bus wisata, kita kerahkan ke tiga lokasi wisata,” jelas Tata.

Tata menerangkan, pihaknya menyediakan sekitar 720 tempat duduk, untuk mengantarkan masyarakat secara gratis ke destinasi wisata, Floating Market Lembang, Sari Ater Subang dan wisata Karuhun Sumedang.

“Untuk tahun ini sampai Kamis. Kita ingin membantu perusahaan bus untuk bisa bangkit kembali karena selama dua tahun (pandemi) mereka tidak ada order. Kemudian juga objek wisatanya akan diramaikan kembali. Salah satu kontribusi dari pemerintah, sehingga ada kunjungan juga,” ucap Tata.

Sementara itu, Yuli, salah seorang warga kota Bandung merasa senang dengan adanya program tersebut. Selain dapat berwisata tanpa mengeluarkan biaya perjalanan, dirinya juga mendapat diskon hingga 50 persen untuk tiket masuk.

“Senang juga sih. Harapannya ya mungkin bisa diperpanjang lagi dan tujuan objek wisatanya juga ditambah,” imbuhnya. (*)

Related posts