Bupati Ciamis: Program KKB Sangat Strategis

  • Whatsapp
Bupati Ciamis Engkon Komara saat menyambut tim penilai Lomba Posyandu dan Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan di Ciamis, Selasa (18/9). (DOK. BKKBN JABAR)

JABARTODAY.COM – CIAMIS

Penduduk dunia terus bertambah, sementara ketersediaan sumber daya alam sangat terbatas. Di sinilah pentingnya program kependudukan dan keluarga berencana (KKB) berperan untuk mengendalikan jumlah penduduk. Bupati Ciamis Engkon Komara menegaskan hal itu saat menyambut tim penilai Lomba Posyandu dan Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan di kantor Desa Cijeungjing, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Selasa (18/9).

“Menurut perhitungan para ahli, 50 tahun lagi penduduk dunia akan mencapai angka 9-10 miliar jiwa. Saat ini, jumlah penduduk dunia sekitar 6 miliar. Pertambahan penduduk yang demikian tinggi tersebut membutuhkan ketersediaan pangan maupun kebutuhan lainnya. Padahal, lahan makin tergerus erosi, pohon ditebangi hingga lahan menjadi gundul, sawah berubah jadi mal, dan lain-lain,” ujar Engkon.

Yang membuat putra Panjalu ini sedih karena banyak orang tidak menyadari kondisi hal itu. Banyak orang tidak sadar bahwa pertambahan penduduk berbanding terbalik dengan ketersediaan pangan maupun sumber daya alam lainnya.

“Kondisi ini menunjukkan bahwa jumlah penduduk harus dikendalikan. Bila ledakan penduduk tidak dikendalikan, maka akan muncul sejumlah ancaman berupa kerawanan pangan dan lain-lain. Di sinilah pentingnya program KKB untuk mengendalikan penduduk. Program KKB sangat strategis bagi pembangunan,” tegas pensiunan perwira menengah TNI AD ini.

Di bagian lain, Engkon menilai Lomba Posyandu dan Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan memiliki makna penting bagi pembangunan KKB di Kabupaten Ciamis. Lebih dari sekadar lomba, Engkon menilai lomba tersebut merupakan sarana untuk melihat sejauhmana masyarakat binaan ikut berpartisipasi dalam pembangunan. Bagi Engkon, hasil kejuaraan tidak lebih penting dari keberlanjutan sebuah program di masyarakat.

“Penilaian ini biasa saja. Tujuannya untuk mengetahui sejauhmana program dilaksanakan dan bagaimana hasilnya. Hasil lomba tidak apa-apa tidak juara. Yang lebih penting adalah kemampuan lebih baik dari tahun ke tahun,” tandas Engkon.(NJP)

Berita Terkait