BPJS TK Operasi Full, Pengusaha Bingung

Dedy Widjaja
Dedy Widjaja

JABARTODAY.COM – BANDUNG – Sesuai dengan rencana, 1 Juli 2015 menjadi titik awal pengoperasian Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (BPJS TK) secara full. Mulai 1 Juli 2015, lembaga yang sebelumnya bernama PT Jamsostek (Persero) itu menggulirkan empat program, yaitu Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKm), dan Program Pensiun.

Namun, sepertinya, kalangan pelaku usaha dan industri belum siap menyikapi pengoperasian BPJS TK secara penuh tersebut. “Mulai beroperasi 1 Juli 2015? Mau beroperasi bagaimana? Kami kebingungan karena belum tahu berapa besar iurannya,” tandas Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Jabar, Dedy Widjaja, Senin (29/6).

Bahkan, ucap Dedy, hingga kini, pihaknya belum menerima informasi apakah besaran iuran sudah ditandatangani pemerintah atau belum.Dedy meneruskan, sampai saat ini, pihaknya belum menerima informasi mengenai nilai iurannya. Kondisi itu, lanjut Dedy, menyebabkan kalangan pelaku usaha dan industri, khususnya, di Jabar, kebingungan untuk melaksanakannya.

Menurutnya, situasi yang berkembang saat ini, berkenaan dengan pemberlakuan BPJS TK secara penuh karena kurangnya sosialisasi dan informasi khususnya bagi kalangan pelaku usaha dan industri tentang besarnya iuran. Diutarakan, apabila tidak mengetahui berapa besar nilai iuran, tentunya, sulit bagi kalangan pelaku usaha dan industri untuk mengikutinya.

Melihat kondisi itu, Dedy menyatakan, pihaknya berkeberatan atas pemberlakuan BPJS TK secara penuh pada 1 Juli 2015. Idealnya, kata dia, sebelum pengoperasian BPJS TK secara penuh, sebaiknya, ajak kalangan pelaku usaha dan industri untuk membahas berapa besar nilai iurannya. (ADR)

Related posts