Monday , 25 May 2020
Home » Ekonomi » BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Klaim Rp 1,01 Triliun

BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Klaim Rp 1,01 Triliun

Logo_BPJS_KetenagakerjaanJABARTODAY.COM – BANDUNG
Kehadiran lembaga penjamin sosial, seperti Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan memberi dampak dan manfaat positif bagi para tenaga kerja, tidak hanya yang bergerak pada sektor formal, tetapi juga informal.
 
Salah satu manfaatnya, lembaga yang pada akhir 2013 bernama PT Jamsostek (Persero) itu memberi perlindungan dan penjaminan bagi para tenaga kerja. Buktinya, hingga Juni tahun ini, lembaga yang langsung bertanggung jawab kepada presiden itu, di Jabar, menyalurkan klaim dan santunan bagi para tenaga kerja dalam jumlah yang besar. “Totalnya, mencapai Rp 1.015.374.925.493,” ungkap Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jabar, Iwan Kusnawan, belum lama ini.
 
Iwan mengemukakan, hingga Juni 2014, pencairan tertinggi terdapat pada Program Jaminan Hari Tua (JHT). Angka pencairannya, sebut dia, mencapai Rp 922 miliar Pencairan terbesar kedua, lanjut Iwan, yaitu pada Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK). “Nilainya sebesar Rp 55,01 miliar. Lalu, terdapat pada program Jaminan Kematian (JKm), yaitu Rp 34,34 miliar. Kemudian, pada Jasa Konstruksi senilai Rp 2,54 miliar, tenaga kerja mandiri (TKM) sejumlah Rp 1,21 miliar, dan tenaga kerja perorangan sebesar Rp 38 juta,” paparnya.
 
Berbicara tentang kepesertaan, Iwan menyebutkan, hingga Juni 2014, jumlah perusahaan yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan yaitu 32.170 unit. “Perusahaan yang aktif sebanyak 20.846 unit. Sisanya, 11.324 perusahaan, merupakan peserta tidak aktif,” jelasnya.
 
Sedangkan dalam hal jumlah tenaga kerja, tambahnya, hingga Juni 2014, pihaknya mencatat, tenaga kerja yang menjadi peserta aktif sebanyak 2.151.593 orang. Pihaknya, tegas dia, terus berupaya keras menambah kepesertaan. Tahun ini, cetusnya, di wilayah kerjanya, proyeksinya mencapai 800 ribu orang.
 
“Secara nasional, kami punya road map sampai 2018. Hingga periode itu, kami mencanangkan perlindungan bagi 40 juta tenaga kerja. Tahun ini, harapannya, kami dapat meng-cover sebanyak 15,2 juta tenaga kerja,” tutup Iwan. (ADR)