
JABARTODAY.COM – BANDUNG — Banyak cara dan strategi untuk meningkatkan kinerja bisnis. Salah satu jurus ampuh yaitu menjalin kerjasama. Langkah itu pula yang ditempuh lembaga-lembaga bank pembangunan daerah (BPD) di tanah air.
Kerjasama antar-BPD itu merupakan tindak lanjut nota kesepahaman Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Kementerian Dalam Negeri yang penandatangannya berlangsung beberapa waktu lalu, dalam program Transformasi BPD.
“BPD adalah agent development di daerahnya masing-masing. Adanya program ini, tentunya, merupakan langkah positif,” tandas Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jabar-Banten Tbk alias bank bjb, Ahmad Irfan, pada sela-sela Sosialisasi Transformasi BPD di Trans Luxury Hotel, Jalan Gatotsubroto Bandung, Senin (29/8).
Ahmad Irfan mengemukakan, melalui program itu, dapat tercipta sinergitas kuat antar-BPD. Arah program ini untuk masa mendatang, lanjutnya, menjalin kerjasama BPD-BPD yang kian intens dan kuat.
Misalnya, jelas dia, melalui penyatuan teller. Artinya, terang Ahmad Irfan, nasabah BPD Kalimantan Timur, misalnya, dapat menyetor dana melalui bank bjb. Begitu pula, imbuhnya, sebaliknya. Selain itu, tambah Ahmad Irfan, program ini dapat mendorong BPD-BPD supaya lebih meningkatkan penyaluran pembiayaan, khususnya, kredit produktif.
Khusus bank bjb, yang pada semester I 2016 meraup laba Rp 905 miliar dan menggelontorkan kredit bernilai Rp 60,1 triliun, tukasnya, secara otomatis, program ini memperluas jaringan lembaga perbankan BUMD Jabar-Banten ini. “Pastinya, efeknya positif,” tegas Ahmad Irfan.
Walikota Bogor, Bima Arya, secara singkat, menyatakan pihaknya merespon positif Program Transformasi BPD. “Kami harap, melalui program ini, BPD-BPD lebih aktif menyalurkan pembiayaan, utamanya kredit produktif,” singkat Bima. (ADR)