Bolak-Balik Berkas Diminimalisir, Kejari: Jangan Seperti Sisca Yofie

kejari bandungJABARTODAY.COM – BANDUNG

Meminimalisir terjadinya kekurang sepahaman antara kepolisian dan kejaksaan seperti dalam kasus pembunuhan Sisca Yofie, Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Bandung Irfan Wibowo memerintahkan jaksa yang menangani kasus aborsi online selalu berkoordinasi dengan penyidik Polrestabes Bandung.

“Kita tidak ingin seperti waktu Sisca Yofie, berkasnya bolak-balik dari jaksa ke polisi. Maka itu, untuk meminimalisir saya minta selalu berkoordinasi,” ujar Irfan, saat dihubungi, Jumat (17/10/2014).

Kejari Bandung, dikatakan Irfan, telah menerima Surat Perintah Dimulainya Penyidikan atas kasus penjualan obat aborsi via internet dengan tersangka Kankan Irawan alias Dimas (32). Lalu ditunjuklah Mery dan Suryani selaku jaksa penuntut dalam kasus ini yang juga akan selalu berkomunikasi dengan penyidik kepolisian. “(SPDP) udah kita terima sejak seminggu yang lalu,” singkat Irfan.

Kankan masih mendekam di sel tahanan Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Bandung. Pria tersebut diganjar Pasal 196 jo. Pasal 197 jo. Pasal 198 UU No 36/2009 tentang Kesehatan yang ancaman hukumannya 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp 1,5 miliar. (VIL)

Related posts