Bobotoh Boleh Girang, Polisi Izinkan Persib-Persija Ditonton Langsung

  • Whatsapp
(lifeisabook51)

JABARTODAY.COM – BANDUNG Bobotoh boleh berbahagia, Kepolisian Daerah Jawa Barat mengizinkan laga panas Persib Bandung vs Persija Jakarta dihadiri oleh penonton. Sebelumnya, Polda Jabar masih menimbang izin itu, dikarenakan pertandingan tersebut bersamaan dengan Rapat Pleno Rekapitulasi Suara Komisi Pemilihan Umum Jabar pada Minggu (3/3).

Dikatakan Sekretaris Panitia Pelaksana Persib Budi Bram Rachman, Polres Bandung juga memberi rekomendasi penggunaan Stadion Si Jalak Harupat di Kabupaten Soreang.

“Alhamdulillah izin sudah keluar. Secara lisan sudah memberikan izin, baru tadi diputuskan bisa ditonton atau tidaknya,” ujar Bram di Graha Persib, Jumat (1/3).

Mengingat panasnya duel tersebut, yang tidak jarang menimbulkan bentrokan, Bram menghimbau kepada para bobotoh untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama pertandingan berlangsung. Ia juga meminta agar penonton tidak memaksa masuk bila tidak memiliki tiket, termasuk merusak kursi-kursi yang ada di stadion tersebut.

“Bahwa setiap kerusakan satu kursi akan didenda. Denda Rp 50 juta sudah dituangkan dalam surat kerjasama. Kursi rusak dan kelebihan penonton akan diminta jaminan oleh pengelola,” terangnya.

Dirinya menyebut, rumitnya proses keluarnya izin, tidak lain karena sikap bobotoh sendiri. Seperti diketahui, tak jarang bobotoh selalu berbuat anarki, bila tim kesayangannya tidak mendapat hasil maksimal. Dan itu berimbas kepada sulitnya izin, tak hanya dari polisi, tapi juga TNI, yang memegang pengelolaan Stadion Siliwangi.

“Sebagai ujian bobotoh, apabila bisa berlaku tertib di mana pun, setelah Persib bertanding ke depannya tidak ada ganjalan apapun. Semua bobotoh tidak ugal-ugalan. Dan itu memang harapan semua pihak,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Bram juga memohon, demi keamanan dan keselamatan, suporter lawan alias The Jak tidak datang ke Bandung, apalagi dengan atributnya.

Dalam laga klasik tersebut, akan diturunkan personil keamanan sebanyak 1200 dari TNI, 400 dari kepolisian, dan unsur sipil. (AVILA DWIPUTRA)

Related posts