BI Rate Naik Kejutkan Perbankan

  • Whatsapp

JABARTODAY.COM – BANDUNG
Beberapa hari pasca pemerintah memutuskan kenaikan harga jual bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sebesar Rp 2.000 per liter, yaitu premium menjadi Rp 8.500 per liter dan solar, yang kini seharga Rp 7.500 per liter, Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis point atau menjadi 7,75 persen.

BI memandanag kebijakan menaikkan BI Rate itu untuk menyikapi defisit neraca berjalan dan, mengendalikan inflasi. Kemudian, menjaga likuiditas perbankan, sekaligus mendorong pertumbuhan kredit.

Bagi sejumlah pelaku perbankan, ternyata, putusan BI tersebut mengejutkan mereka. Salah satu perbankan yang terkejut oleh putusan kenaikan BI Rate tersebut adalah PT Bank Nusantara Parahyangan (BNP) Tbk. “Kenaikan BI Rate di luar perkiraan. Perkiraan kami, BI Rate tetap pada level 7,5 persen sampai akhir 2014,” tandas Corporate Secretary PT BNP Tbk, Mario Yahya, Kamis (20/11).

Adanya putusan itu, ujar Mario, para pelaku perbankan tidak dapat berbuat apa-apa selain mengikuti kebijakan tersebut. Naiknya BI Rate, tuturnya, membuat pihaknya melakukan penyesuaian. Pihaknya, jelas dia, melakukan re-kalkulasi dan strategi bisnis baru. “Naiknya BI Rate dapat membuat suku bunga pinjaman meningkat. Hal itu dapat mengganggu kemampuan peminjam dalam memenuhi kewajibannya membayar cicilan,” pungkasnya. (ADR)

Berita Terkait