Besok, Jalan Jakarta Kembali Direkayasa

Kondisi lalu lintas di kawasan Jalan Jakarta. (istimewa)
Kondisi lalu lintas di kawasan Jalan Jakarta. (istimewa)

JABARTODAY.COM – BANDUNG Ujicoba rekayasa jalan di kawasan pembangunan jembatan layang Antapani kembali dilakukan oleh kepolisian. Rekayasa jalan ini akan berlaku mulai pukul 06.00, Kamis (22/9).

Pada Senin (19/9) lalu, kepolisian sempat melakukan rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan terdampak pembangunan tersebut. Namun, kebijakan itu malah menimbulkan kebingungan bagi masyarakat dan kepadatan yang cukup parah.

“Rekayasa yang kemarin sempat ditunda karena memang ada beberapa kendala seperti jalan amblas, sehingga harus dilakukan perbaikan terlebih dulu. Setelah dievaluasi, rekayasa lalu lintas yang akan berlaku besok akan menggunakan pola waktu, yakni pagi hari mulai pukul 06.00-09.00 dan sore hari pada pukul 15.00-19.00,” kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polrestabes Bandung Ajun Komisaris Besar Asep Pudjiono didampingi Kepala Unit Dikyasa Ajun Komisaris Dewi Khotijah, di Mapolrestabes Bandung, Rabu (21/9).

Untuk pagi hari, Jalan Ahmad Yani dan Jalan Jakarta bakal menjadi dua arah. Pengendara dari Jalan Sukabumi dilarang belok kanan dan akan dipasang pembatas menuju Jalan Ahmad Yani. Sedangkan yang berasal dari arah Cicaheum dapat langsung menuju Jalan Ahmad Yani. Untuk Jalan Bogor satu arah dari Jalan Jakarta menuju Jalan Ahmad Yani.

Sementara untuk sore harinya, Jalan Ahmad Yani tidak mengalami rekayasa atau normal. “Dari Jalan Sukabumi dilarang belok kanan dipasang pembatas. Untuk Jalan Jakarta tetap dilaksanakan rekayasa dua arah,” ujar Dewi.

Tak hanya itu, ruas jalan di depan pos Ahmad Yani-Cicadas ditutup menggunakan traffic cone dan dari arah Cicaheum diarahkan menuju Jalan Ibrahim Adjie. Untuk Jalan Bogor satu arah menuju Jalan Ahmad Yani dan dari Jalan Jakarta menuju Jalan Terusan Jakarta (Antapani) diterapkan sistem contraflow (buka-tutup).

Dalam rangka mengarahkan pengguna jalan pada rekayasa kali ini, kepolisian menerjunkan 32 personel yang tersebar di 16 titik rawan. Untuk jam-jam diluar waktu rekayasa, arus lalu lintas akan berlaku seperti sediakala. “Di setiap perpotongan, titik penyeberangan, atau titik putar arah, kami siapkan personel ditambah perwira pengendali,” ungkap dia. (dva)

Related posts