Berburu Barang Murah di Pasar Kaget Loji (2, habis)

  • Whatsapp
Suasana Minggu (30/9) pagi di Pasar Loji. Pedagang yang berjualan di pasar ini datang dari berbagai kawasan di Jabar. (DEDE SUHERLAN/JABARTODAY.COM)

DARI 1.200 pedagang yang berjualan di Pasar Kaget Loji, sebagian besar berasal dari Jatinangor. Namun, di antara mereka juga ada yang datang dari Tanjungsari, Rancaekek, Majalaya, dan beberapa wilayah di Kota Bandung, Kota Cimahi, hingga Kab. Garut.

Melihat sangat besarnya minat pedagang berjualan di Pasar Loji, tak heran bila Pasar Loji jadi sandaran ekonomi bagi warga yang datang dari berbagai kawasan itu.

“Sejak berjualan di depan Unpad sekitar emapt tahun lalu dan dipindahkan ke Pasar Loji , jumlah pedagang pasar kaget sudah membeludak. Para pedagang menjadikan Pasar Lojisebagai sumber penghidupan,” kata Penanggung Jawab Pasar Kaget Loji, Karna Sukma, Minggu (30/9).

Besarnya potensi perdagangan di Pasar Kaget Loji diakui beberapa pedagang. Salah satu pedagang, Nunung (44), mengatakan, aktivitasnya berdagang pakaian di lokasi itu menjadi tumpuan hidup bagi keluarga.

“Saya sudah berjualan di kawasan ini sejak di depan Unpad hingga di Pasar Loji. Sudah berlangsung 12 tahun. Kehidupan rumah tangga kami sangat tertopang oleh aktivitas di pasar ini,” ujar pedagang asal Desa Sayang, Kecamatan Jatinangor itu.

Pedagang lainnnya,

Dading Hermawan (50),  pedagang pigura yang berasal dari Ujungberung, Kota Bandung, mengatakan,  Pasar Kaget Loji merupakan tempat yang strategis untuk berjualan.

Kata Dading, di Pasar Kaget Loji dia banyak mendapatkan rekanan bisnis.

“Selain ada yang membeli langsung di Pasar Loji, sebagian konsumen lainnya menjadikan pasar ini untuk lokasi memesan barang. Setelah dua belas tahun berjualan diPasar Loji, saya memiliki langganan konsumen, seperti dari beberapa pusat pendidikan militer di Cimahi,” katanya.

Neri (32), asal Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, mengatakan, beberapa bulan lalu sempat muncul kabar bahwa pedagang Pasar Kaget Loji akan direlokasi. Kendati kabar itu sekadar kabar burung, itu sempat mengganggu pikirannya.

“Saya sudah berjualan di Jatinangor, sejak di depan Unpad hingga di Pasar Loji, sejak enam tahun lalu. Kalau kami harus menempati tempat yang baru lagi, akan sangat berpengaruh terhadap aktivitas dagang. Pelanggan yang selama ini membeli produk yang saya jajakan, sudah mengetahui persis lokasi tempat saya berjualan,” kata pedagang mainan anak-anak itu. (DEDE SUHERLAN)

Related posts