
JABARTODAY.COM – BANDUNG — Ternyata, kinerja bisnis dan pelayanan tidak hanya menjadi misi utama PT PLN (Persero). Buktinya, lembaga BUMN yang bergerak dal bidang energi listrik ini pun getol melakukan aksi sosial, terlebih pada momen penuh berkah, Ramadan.
Pada Ramadan tahun ini, bersama Kementerian BUMN dan beberapa lembaga BUMN lainnya, PT PLN (Persero) terus bersinergi dal menggemakan program BUMN Hadir Untuk Negeri. Satu di antaranya, Program Pemberdayaan Pesantren.
“Dalam Program Pemberdayaan Pesantren, kami ingin lebih meningkatkan kapasitas dan kualitas pendidikan, pembinaan santri pontren (pondok pesantren), sekaligus membina hubungan baik antara BUMN dan pontren,” tandas Direktur Human Capital Management PT PLN (Persero), Muhamad Ali, belum lama ini.
Ali mengutarakan, berkenaan dengan Pemberdayaan Pesantren, jajarannya mengucurkan dana hibah bagi 7 pontren di tatar Pasundan, yamg mencakup 10 ribu santri. Ke-7 pontren itu, ungkapnya, antara lain, Al Qurainiyah (Indramayu), Perguruan K.H. Zaenal Mustofa (Tasikmalaya), Miftahul Ulum (Ciamis), Darul Ihsan (Garut), Daarutauhid (Bandung), Darunnajah (Cigudeg), dan Umul Quro Al-Islami (Leuwiliang).
Bentuknya, terang Ali, berupa paket pangan dan paket sandang keperluan selama Ramadan dan Idul Fitri, lalu dana tunai pendidikan dan pembangunan pesantren. Sedangkan nilainya, tambah dia, secara total mencapai Rp 3,7 miliar.
Menurutnya, selain wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial, program ini pun merupakan bagian agenda rutin BUMN setiap tahun. Tidak itu saja, tambahnya, agenda rutin tahunan itu pun berupa komitmen BUMN Hadir Untuk Negeri. “Harapannya, bantuan ini dapat bermanfaat dan membawa keberkahan,” pungkas Ali.
Sementara itu, program pemberdayaan pesantren khusus Jabar mencakup 20 pontren. Ada 3 BUMN yang menghelat agenda khusus pontren itu. Selain PT PLN (Persero), PT Bank Mandiri Indonesia Tbk dan PT Wijaya Karya pun ikut andil dalam melangsungkan program itu. (win)