Bangun Palapa Ring Paket Tengah, LEN Berkonsorsium

LENJABARTODAY.COM – BANDUNG — Menjalin konsorsium merupakan salah satu strategi pengembangan bisnis. Langkah itu pun ditempuh PT LEN Industri (Persero).

Bersama 4 perusahaan lain, PT Teknologi Riset Global Investama, PT Multi Kontrol Nusantara, PT Bina Nusantara Perkasa, dan PT Sufia Technologies, PT LEN Industri, membentuk konsorsium, Pandawa Lima. Ke-5 perusahaan itu bersama-sama terlibat dalam pengerjaan Palapa Ring Paket Tengah.

“Proyek ini untuk pemenuhan kebutuhan telekomunikasi berbasis data berjaringan fiber optik. Kami, PT LEN Industri bertindak sebagai leader,” tandas Direktur Utama PT LEN Industri, Abraham Mose, di PT LEN Industri, Jalan Soekarno Hatta Bandung, Rabu (27/1).

Dijelaskan, pengembangan fiber optik pada Palapa Ring Paket Tengah ini tersebar bagi 17 kota-kabupaten terpencil di Indonesia Tengah. Abraham mengemukakan, pembentukan konsorsium ini karena nilai investasi Palapa Ring Paket Tengah yang besar sehingga tidak dapat mengandalkan satu sumber dana.

Di tempat sama, Bobby Rasyidin, Direktur PT Teknologi Riset Global Investama, menambahkan, nilai investasi Palapa Ring Paket Tengah melampaui angka Rp 1 triiun. “Ini adalah proyek pemerintah. Alokasi dana pemerintah sekitar Rp 1,9 triliun. Tapi, konsorsium ini menang tender.Nilai yang kami ajukan Rp 1,7 triliun. Pemerintah menyetujuinya,” urai Bobby.

Sementara itu, Pantja Gelora, General Manager Bisnis ICT PT LEN Industri, mengimbuhkan, proyek ini memasuki masa pengerjaan konstruksi pada Agustus 2016. Proyeksinya, ungkap dia, pengerjaannya tuntas dalam waktu 18 bulan pasca mulai bergulirnya pengerjaan konstruksi.

Konsorsium ini, sahut dia, menangani Palapa Ring Paket Tengah selama 15 tahun. “Setelah 15 tahun, kami menyerahkannya kepada pemerintah,” tutup dia. (ADR)

Related posts