Andianto Anggap Dakwaan Jaksa Kabur

jabartoday.com/net
jabartoday.com/net

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Perkara dugaan penipuan dan penggelapan dana nasabah Mitra Koperasi Cipaganti Karya Guna Persada memasuki persidangan kedua, yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan Martadinata Bandung, Kamis (5/3). Agenda persidangannya para terdakwa, yaitu Andianto Setiabudi selaku CEO Cipaganti Group, Djulia Sri Redjeki, Yulianda Tjendrawati Setiawan, dan Cece Kadarisman.

Dalam persidangan itu, melalui kuasa hukumnya, seluruh terdakwa, yang mengenakan rompi merah, menilai dakwaan jaksa tidak jelas. Kuasa hukum para terdakwa berpendapat, seharusnya, perkara ini termasuk perdata bukan pidana. Alasannya, berkaitan dengan utang piutang.

Seperti pemberitaan sebelumnya, bersama Djulia dan Yulinda, Andianto diciduk jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Jabar. Dugaannya, mereka menggelapkan dana nasabah Mitra Koperasi Cipaganti Karya Guna Persada. Setelah penangkapan Andianto, Djulia, dan Yulinda, jajaran Polda Jabar meringkus Cece Kadarisman, yang berposisi sebagai Wakil Direktur Utama PT Cipaganti Cipta Graha.

Dalam dakwaannya, keempatnya menjanjikan bagi hasil 1,6-1,95 persen setiap bulannya kepada para nasabah. Bagi hasil itu bergantung tenor perjanjian. Kesepakatannya, koperasi mengelola dana itu untuk berbagai aktivitas, yaitu properti, stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), transportasi, perhotelan, alat berat, dan pertambangan.

Namun, pada akhirnya terungkap. Mengacu pada pemeriksaan, dana mitra itu ternyata penyalurannya kepada perusahaan Andianto, yakni PT CCG. Angkanya Rp 200 miliar. Lalu, mengalir pada PT CGT sejumlah Rp 500 miliar, dan PT CGP sebesar Rp 885 juta. Pengaliran dana itu berdasarkan kesepakatan bagi hasil, yaitu 1,5-1,75 persen. Ternyata, faktanya, sejak Maret 2014, koperasi tersebut gagal bayar dan aktivitas tidak berjalan. Celakanya, pemanfaatan dan penggunaan uang para nasabah tidak jelas sehingga tidak dapat dipertanggungjawabkan. (ADR)

Related posts